IHK Provinsi Sumsel Catat Deflasi 0,08% di Januari 2024

Jurnalis: Bubun Kurniadi
Editor: M. Rifat

7 Feb 2024 13:20

Thumbnail IHK Provinsi Sumsel Catat Deflasi 0,08% di Januari 2024
Paparan laporan Bank Indonesia Sumatera Selatan (7/2/2024) (Foto: Dok. Bank Indonesia Sumsel)

KETIK, PALEMBANG – Berdasarkan rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Januari 2024 mengalami deflasi sebesar 0,08% month to month (mtm), melandai dibandingkan bulan Desember 2023 yang mengalami inflasi sebesar 0,15% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Ricky P Gozali menyampaikan, secara tahunan, realisasi IHK di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 3,35% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya, sementara inflasi nasional tercatat melandai menjadi sebesar 2,57% (yoy).

Pada 2024, BPS Sumatera Selatan melakukan beberapa perubahan perhitungan inflasi, yakni perubahan tahun dasar perhitungan inflasi menjadi tahun dasar 2022 serta penambahan 2 kota perhitungan IHK yakni Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

"Sehingga total kab/kota yang menjadi sample perhitungan IHK di Sumsel berjumlah 4 (empat)," kata Ricky P Gozali, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga:
Inflasi Kota Malang 0,34 Persen, Kenaikan Harga Komoditas Pangan Selama Lebaran jadi Pemicu

Dari empat komoditas utama penyumbang deflasi pada bulan ini adalah cabai merah, cabai rawit, angkutan udara, dan beras dengan andil masing-masing secara berturut-turut sebesar 0,21% (mtm), 0,07% (mtm), 0,04% (mtm), dan 0,03%.

Melandainya harga aneka cabai disebabkan oleh beberapa daerah sentra produksi memasuki masa panen sehingga pasokan cabai merah dan cabai rawit melimpah.

Sementara itu, tarif angkutan udara mengalami normalisasi seiring dengan berakhirnya masa liburan sekolah dan HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selanjutnya, penurunan harga beras disebabkan oleh beberapa wilayah di Sumatera Selatan mulai memasuki masa panen di antaranya Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten OKU Timur sehingga pasokan beras mengalami peningkatan.

Baca Juga:
Lanjutkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim, Gubernur Khofifah Ungkap Berbagai Hal Strategis Hadapi Dinamika Global

"Inflasi Sumatera Selatan yang terkendali di awal tahun 2024 tidak terlepas dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel dalam mengendalikan inflasi," jelasnya.

Pada Januari 2024, Pemerintah Sumatera Selatan berkomitmen melakukan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Se-Sumatera Selatan (GPISS) untuk pengendalian inflasi khususnya pada komoditas pangan bergejolak (volatile food).

Melalui strategi 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersinergi dengan berbagai pihak mulai dari BUMN, BUMD, swasta, perbankan, aparat TNI, dan Polri serta instansi lainnya di 17 Kab/kota se-Sumatera Selatan melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi yang masif.

Di sisi ketersediaan pasokan, telah dilakukan penanaman komoditas bawang merah dan panen cabai di Kab. Banyuasin serta panen komoditas padi di Kab. Muara Enim dan Kota Lubuk Linggau, serta Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School.

Untuk memastikan keterjangkauan harga dilaksanaan kegiatan Operasi Pasar Murah secara serentak oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah 17 Kab/Kota se-Sumatera Selatan setiap hari Senin, Selasa dan Kamis selama bulan Januari s.d Maret 2024 terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H; serta pembukaan Toko KePo (Kebutuhan Pokok) yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Pengendalian inflasi Sumatera Selatan juga dilakukan dengan memastikan kelancaran distribusi komoditas melalui subsidi angkutan maupun subsidi operasional lainnya, serta komunikasi yang efektif melalui publikasi kegiatan pengendalian inflasi, himbauan belanja bijak, Gerakan Selamatkan Pangan dengan Stop Boros Pangan kepada masyarakat, dan rapat koordinasi TPID dan instansi terkait yang dilakukan secara rutin.

"Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, optimisme masyarakat pada Januari 2024 tetap terjaga. Hal ini terkonfirmasi dari Indeks Keyakinan Konsumen yang lebih besar dari 100, yaitu sebesar 132,50, meskipun tidak setinggi pada Desember 2023 sebesar 141,94," paparnya.

Terjaganya optimisme masyarakat pada Januari 2024 didukung keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan prakiraan kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang.

Sejalan dengan itu, sebagai langkah lanjutan untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan, ​Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6,00%.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan mempererat sinergi kebijakn dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berda dalam kisaran 2,5±1%," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Menuju Hari Tenang, KPU Kota Mataram Pastikan Pemilu Berjalan Aman dan Lancar

Baca Selanjutnya

Civitas Akademika Unmuh Jember Serukan Moral Keprihatinan Demokrasi di Era Jokowi

Tags:

Bank Indonesia deflasi Inflasi

Berita lainnya oleh Bubun Kurniadi

Dugaan Roket atau Meteor Melintas di Langit Lampung Hebohkan Warga

5 April 2026 02:20

Dugaan Roket atau Meteor Melintas di Langit Lampung Hebohkan Warga

Upacara Kedinasan Iringi Kepergian Alex Noerdin, Herman Deru: Jasa Beliau akan Dikenang

26 Februari 2026 19:56

Upacara Kedinasan Iringi Kepergian Alex Noerdin, Herman Deru: Jasa Beliau akan Dikenang

Kompak! Warga dan Pelajar Bersama Lanal Palembang Bersihkan "Pantai Pusri"

9 Februari 2026 18:17

Kompak! Warga dan Pelajar Bersama Lanal Palembang Bersihkan "Pantai Pusri"

Wujudkan Zero Work Accidents, Bupati Muba Instruksikan Seluruh Perusahaan Patuhi Kepmenaker Terbaru

10 Januari 2026 22:47

Wujudkan Zero Work Accidents, Bupati Muba Instruksikan Seluruh Perusahaan Patuhi Kepmenaker Terbaru

KSOP Palembang Pastikan Kapal Angkutan Libur Nataru Lolos Ramp Check

18 Desember 2025 20:52

KSOP Palembang Pastikan Kapal Angkutan Libur Nataru Lolos Ramp Check

3 Hari Mencekam! Banjir Bandang Pidie Jaya Aceh: Warga Bertahan di Atap, Jembatan Lintas Medan-Aceh Ambruk

28 November 2025 09:13

3 Hari Mencekam! Banjir Bandang Pidie Jaya Aceh: Warga Bertahan di Atap, Jembatan Lintas Medan-Aceh Ambruk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H