KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyiapkan konsep berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Madiun.

Jika biasanya peringatan hari jadi daerah identik dengan upacara, tahun ini Pemkot Madiun memutuskan meniadakan upacara dan menggantinya dengan prosesi kirab budaya yang digelar tepat saat pergantian hari jadi kota.

Keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan yang dilakukan Pemkot Madiun dalam rapat persiapan yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bersama sejumlah pihak terkait di Balai Kota Madiun.

Bagus Panuntun mengatakan, kirab dipilih sebagai upaya menghadirkan nuansa baru dalam peringatan hari jadi Kota Madiun sekaligus memberikan makna historis yang lebih kuat kepada masyarakat.

Menurutnya, peringatan HUT Kota Madiun tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga harus mampu menghadirkan cerita dan nilai sejarah yang dapat dikenang masyarakat.

Baca Juga:
Gemarikan Digencarkan, Cara Pemkot Madiun Perkuat Percepatan Penurunan Angka Stunting

“Kenapa ada prosesi kirab, biar peringatan hari jadi ini lebih punya cerita. Jadi upacara peringatan kita tiadakan dan kita ganti dengan prosesi kirab ini,” ujar Bagus Panuntun, Kamis, 18 Juni 2026.

Prosesi kirab dijadwalkan berlangsung tepat pada pergantian hari dari tanggal 19 menuju 20 Juni 2026 atau pukul 00.00 WIB, yang menandai momentum lahirnya Kota Madiun.

Kirab akan dimulai dari Kantor Bakorwil Madiun menuju Balai Kota Madiun dengan berjalan kaki. Dalam prosesi tersebut, masyarakat akan disuguhi berbagai atraksi budaya yang merepresentasikan sejarah dan identitas Kota Pendekar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah hadirnya sosok Retno Dumilah yang akan diperankan secara khusus lengkap dengan pasukan pengiringnya. Retno Dumilah dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Madiun yang hingga kini masih melekat dalam berbagai narasi budaya daerah.

Baca Juga:
Kalapas Baru Siap Pertahankan Prestasi, Tongkat Estafet Lapas Kelas I Madiun Resmi Berganti

Selain itu, sejumlah peserta kirab juga akan membawa obor sebagai simbol semangat perjuangan dan perjalanan sejarah Kota Madiun.

Setelah rombongan tiba di halaman Balai Kota Madiun, kegiatan akan dilanjutkan dengan prosesi inti yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Rangkaian acara meliputi penghormatan kepada lambang daerah, pembacaan ikrar pendekar, hingga doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan enam agama dan satu penghayat kepercayaan.

Sebagai puncak prosesi, akan dilakukan penyalaan obor besar di halaman Balai Kota Madiun yang menjadi simbol semangat persatuan dan perjalanan panjang Kota Madiun hingga memasuki usia ke-108 tahun.

Bagus berharap konsep baru tersebut dapat menjadi tradisi yang memperkuat identitas Kota Madiun sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam merayakan hari jadi daerah.

Menurutnya, kirab budaya yang digelar pada tengah malam akan memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap sejarah dan budaya Kota Madiun.(*)