KETIK, TRENGGALEK – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Trenggalek tidak seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Selain kegiatan perlombaan-perlombaan tingkat santri di pesantren, seperti MTQ, MGK yang dilaksanakan di kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan pondok pesantren Jati Perahu, juga ada acara yang digelar di alun-alun setempat.
"Ini kali pertama peringatan HSN di Trenggalek digelar di alun-alun. Salah satu agenda intinya adalah bazar UMKM dan istigasah akbar," kata Imam Rosyidin, ketua pelaksana HSN FEST 2026 kepada Ketik.com, Sabtu 24 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, bazar UMKM akan dilaksanakan pada 25 Oktober hingga 3 November dan diisi dengan rangkaian acara atau panggung hiburan. Misalnya pagelaran sholawat, festival sholawat, dan festival budaya untuk menjunjung untuk menjunjung tinggi Kebudayaan.
"Termasuk menampilkan jaranan dan campursari pada tanggal 28 dan ditutup dengan istigasah akbar yang dihadiri oleh Gus Kautsar dan Gus Firjon," ujarnya.
Ia mengakui, memang kali pertama PCNU Trenggalek berkolaborasi dengan Pemkab dan mendapat support sepenuhnya untuk digelar di alun-alun.
Baca Juga:
Triadi Atmono Kembali Ditunjuk Sebagai Pejabat Sekda Trenggalek untuk Kali KeduaKarena, makan dari HSN itu bukan hanya milik dari teman-teman atau kalangan orang-orang pesantren, tapi juga milik masyarakat Indonesia atau masyarakat umum.
"Jadi maknanya itu, HSN merupakan persembahan kaum pesantren untuk masyarakat Indonesia. Kan pernah berjuang bersama-sama dalam merebut Kemerdekaan RI. Pada masa revolusi kita jihad bersama mengusir penjajah," tandasnya.
Selanjutnya, Rosyidin sapaan dia, berharap agar HSN FEST yang melibatkan teman-teman UMKM bisa menggeliatkan atau menumbuhkan perekonomian baru di Trenggalek.
Kemudian juga muncul bibit-bibit unggulan di tingkat santri dan menumbuhkan kreativitas serta kemampuan-kemampuan para santri dibidang pesantren maupun bidang lainnya.
Baca Juga:
Wabup Trenggalek Semangati Para Purnatugas ASN untuk Tetap Berkarya"Kita berharap keterlibatan masyarakat Trenggalek dalam mensukseskan kegiatan tersebut. Karena, sifatnya juga hiburan. Tak terkecuali tahun depan bisa menggelar acara yang sama di alun-alun," pungkas politisi PKB Trenggalek (*)