Hindari Risiko Politisasi, Politisi: Polri di Bawah Presiden Sudah Tepat

Editor: T. Rahmat

29 Jan 2026 22:58

Thumbnail Hindari Risiko Politisasi, Politisi: Polri di Bawah Presiden Sudah Tepat
Politisi Abdya, Zulfan Awenk. (Foto: T. Rahmat/Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Politisi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, Zulfan Awenk, menilai posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan pilihan tepat dan sejalan dengan kepentingan negara.

Zulfan mengingatkan, wacana penempatan Polri di bawah kementerian tertentu justru berpotensi menimbulkan risiko politisasi dan mengganggu independensi institusi kepolisian sebagai aparat penegak hukum.

“Wacana menempatkan Polri di bawah kementerian sangat rawan dipolitisasi dan berisiko mengganggu profesionalisme institusi kepolisian,” ujar Zulfan, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurutnya, struktur kelembagaan Polri saat ini memberikan ruang independensi yang lebih kuat bagi kepolisian dalam menjalankan fungsi penegakan hukum, menjaga keamanan, serta memelihara ketertiban masyarakat secara profesional dan netral.

Baca Juga:
Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

Zulfan menegaskan, penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis. Negara, kata dia, harus menjaga jarak yang tegas antara kekuasaan politik dan aparat penegak hukum demi menjaga kepercayaan publik.

“Penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis. Negara harus menjaga jarak yang tegas antara kekuasaan politik dan aparat penegak hukum,” katanya.

Mantan anggota DPRK Abdya itu juga menyoroti pengalamannya selama berada di lembaga legislatif daerah, yang menurutnya menunjukkan betapa pentingnya netralitas aparat negara. Tekanan politik terhadap aparat hukum, lanjut Zulfan, hanya akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Ia turut mengingatkan pengalaman di sejumlah negara yang menempatkan kepolisian terlalu dekat dengan kekuasaan politik. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut justru memicu penyalahgunaan wewenang dan melemahkan prinsip demokrasi.

Baca Juga:
Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

“Jangan sampai Polri dijadikan alat untuk kepentingan tertentu, apalagi menjelang agenda-agenda politik nasional,” tegasnya.

Alih-alih mengubah struktur komando kepolisian, Zulfan mendorong pemerintah agar lebih fokus pada penguatan internal Polri, seperti reformasi kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sistem pengawasan yang efektif dan transparan.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut jauh lebih relevan untuk menjawab tantangan institusi kepolisian ke depan dibandingkan wacana perubahan struktur kelembagaan.

Zulfan pun menyatakan dukungan penuhnya agar Polri tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia. Posisi tersebut dinilai krusial untuk menjaga independensi institusi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan strategis terkait keamanan dan ketertiban nasional.

“Posisi ini sangat penting untuk menjaga independensi institusi serta mempercepat pengambilan keputusan strategis terkait keamanan dan ketertiban nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan terhadap Polri harus diarahkan pada peningkatan kinerja dan profesionalisme, dengan kepercayaan publik sebagai tujuan utama.

“Reformasi Polri harus menyentuh persoalan-persoalan nyata yang dihadapi di lapangan,” pungkas Zulfan. (*)

Baca Sebelumnya

Buruh Tani Terdampak Pembangunan Bandara KASA Situbondo Terima 175 Sapi dan 350 Kambing

Baca Selanjutnya

Kadin Lumajang: Soal Pariwisata, Lumajang Perlu Belajar ke Jogja dan Bali

Tags:

Polri Aceh Barat Daya abdya Zulfan Awenk kementerian Mabes Polri

Berita lainnya oleh T. Rahmat

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

13 April 2026 12:33

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

6 April 2026 18:43

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

6 April 2026 08:00

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

3 April 2026 19:13

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

2 April 2026 14:43

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

1 April 2026 22:27

ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar