KETIK, BONDOWOSO – Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Kabupaten Bondowoso terus memperkuat langkah transformasi ekonomi pesantren melalui kolaborasi strategis dengan Bank BNI Bondowoso. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan digitalisasi di lingkungan pesantren sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha berbasis teknologi.
Ketua Hebitren Kabupaten Bondowoso sekaligus Pengasuh Ponpes Nurud Dhalam Wringin Bondowoso KH. Musholli Ready, mengatakan sinergi dengan Bank BNI Bondowoso tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat literasi dan ekosistem digital di pesantren. Kamis 09 Juli 2026
Menurutnya, dalam waktu dekat Hebitren akan menggelar program pendampingan digitalisasi bagi pesantren se-Kabupaten Bondowoso. Program tersebut diharapkan mampu membantu pengelola pesantren memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung administrasi, transaksi keuangan, hingga pengembangan unit-unit usaha pesantren.
"Transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Melalui kerja sama dengan Bank BNI Bondowoso, kami ingin seluruh pesantren di Bondowoso memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga mampu mengelola lembaga dan unit usahanya secara lebih efektif, efisien, dan profesional," ujar KH. Musholli Ready.
Baca Juga:
Mutasi dan Promosi Bergulir, 41 Pejabat Pemkab Bondowoso Resmi Dilantik BupatiIa menjelaskan, pendampingan nantinya akan mencakup pengenalan layanan perbankan digital, sistem pembayaran non-tunai, peningkatan literasi keuangan digital, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pengembangan ekonomi pesantren.
Kepala BNI Kantor Cabang Bondowoso, Bagja Wirachmana, menyambut baik kolaborasi bersama Hebitren sebagai langkah strategis dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan mitra strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan sehingga perlu didukung dengan layanan keuangan yang modern, aman, dan mudah diakses.
"Kami mengapresiasi inisiatif Hebitren Kabupaten Bondowoso dalam mendorong digitalisasi pesantren. BNI siap menjadi mitra strategis melalui penyediaan layanan perbankan digital, implementasi transaksi non-tunai, edukasi literasi keuangan, serta berbagai solusi digital yang dapat menunjang aktivitas pendidikan maupun pengembangan unit usaha pesantren," kata Bagja Wirachmana.
Bagja menambahkan, BNI berkomitmen mendukung ekosistem ekonomi pesantren agar semakin maju dan berdaya saing. Melalui pemanfaatan layanan digital seperti mobile banking, QRIS, hingga pengelolaan keuangan berbasis digital, diharapkan pesantren mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulannya.
Baca Juga:
Bondowoso Bidik Lompatan Ekonomi, Agroforestry Kopi dan Wisata Alam Jadi Andalan Baru"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari sinergi jangka panjang antara BNI dan Hebitren. Dengan dukungan teknologi digital, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," tambahnya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hebitren dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Dengan ekosistem digital yang semakin baik, pesantren diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat tata kelola kelembagaan.
Kerja sama antara Hebitren dan Bank BNI Bondowoso diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif lainnya yang mampu mendukung pemberdayaan pesantren di Kabupaten Bondowoso. Sinergi antara dunia perbankan dan pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.
Melalui program pendampingan ini, Hebitren optimistis pesantren-pesantren di Bondowoso akan semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)