KETIK, BATU – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Batu tetap mampu menghadirkan inovasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Batu International Kids Film Festival (Baik Film Fest) 2026.
Festival film anak bertaraf internasional tersebut menjadi ajang promosi daerah sekaligus penguatan ekosistem perfilman di Kota Batu.
Mengusung tema “Nature, Nurture, Future”, Baik Film Fest menyoroti pentingnya isu lingkungan, pola asuh, serta masa depan anak-anak.
Festival ini mendapat respons baik dari sineas dunia dengan total 216 karya film dari dalam dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 film terbaik lolos proses kurasi dan diputar selama rangkaian acara berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan penyelenggaraan festival perdana berskala internasional ini menjadi capaian positif bagi Kota Batu.
Baca Juga:
Baik Film Festival 2026 Kota Batu Sukses Digelar, Ini Daftar Para PemenangnyaMenurutnya, antusiasme peserta dari berbagai negara menunjukkan Kota Batu mulai diperhitungkan sebagai tuan rumah event kreatif dunia.
“Festival yang baru pertama kali digelar ini skalanya sudah internasional. Ada 216 film dari 23 negara, termasuk Swedia, Ceko, Kazakhstan, dan berbagai negara Eropa lainnya. Ini pencapaian yang sangat baik sesuai nama festivalnya,” ujarnya seusai Awarding Ceremony di Taman Rekreasi Selecta, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada Kota Batu untuk menggelar festival tersebut patut disyukuri.
“Kita bersyukur Kota Batu dipercaya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini. Antusiasme para sineas dunia juga sangat besar. Mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,” kata Mas Heli, sapaan akrabnya.
Baca Juga:
May Day 2026 di Kota Batu, Sarbumusi NU Rayakan dengan Doa Bersama dan SyukuranMas Heli menjelaskan, Baik Film Fest 2026 merupakan pengembangan dari kegiatan tahun sebelumnya yang masih berskala lokal.
Tahun ini, festival tersebut naik kelas menjadi ajang internasional dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan Kota Batu.
“Tahun kemarin masih lokal, sekarang sudah internasional. Nanti akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata agar kegiatan ini bisa terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga menilai keberhasilan menggelar event internasional di tengah efisiensi anggaran membuktikan bahwa kreativitas dan kolaborasi tetap mampu menghadirkan program berkualitas.
“Dengan anggaran efisiensi, kita masih bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut ekosistem perfilman di Kota Batu terus tumbuh positif.
Hal itu didukung oleh komunitas kreatif lokal yang telah memiliki kiprah hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Ekosistem perfilman di Kota Batu sudah sangat bagus. Mulai dari teman-teman TV Desa, kemudian ada juga pelaku kreatif yang kiprahnya sudah sampai level nasional dan internasional,” kata Onny.
Menurutnya, keikutsertaan 23 negara yang mewakili berbagai benua juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan nama Kota Batu ke dunia internasional melalui jalur perfilman.
“Yang tidak kalah penting, dengan partisipasi 23 negara yang mewakili semua benua, nama Kota Batu bisa semakin dikenal lebih luas melalui jalur perfilman,” pungkasnya. (*)