KETIK, HALMAHERA SELATAN – Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, mempertegas arah pembangunan daerah dengan menempatkan sektor perkebunan, perikanan, dan pariwisata bahari sebagai kekuatan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agromaritim.

Gagasan tersebut disampaikan Bassam saat menjadi pembicara dalam forum Bincang Kepala Daerah yang berlangsung di sela-sela Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Selasa, 20 Oktober 2026. Di hadapan peserta forum, Bassam memaparkan karakteristik geografis Halmahera Selatan sebagai wilayah kepulauan dengan sekitar 430 pulau.

Bentang perairan yang mencakup 78 persen wilayah serta konsentrasi penduduk pesisir mencapai 98 persen menjadi landasan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan. Kondisi tersebut, menurut Bassam, menghadirkan peluang ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara terarah.

Kehidupan masyarakat yang sejak lama bertumpu pada hasil laut dan komoditas pertanian dinilai memiliki daya dukung kuat untuk dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan yang lebih luas.

“Visi yang kita usung itu agromaritim. Kita melihat potensi ini yang paling besar ada di masyarakat. Pertama, 98 persen hidup di pesisir dan masyarakat kita punya budaya melaut juga berkebun. Jadi, kita ingin dorong potensi itu agar bisa berdampak langsung di ekonomi masyarakat kita,” ujar Bassam dikutip dari PKS.id

Baca Juga:
Makayoa dan Sebuah Pedal Gas Bernama Persatuan

Untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam kebijakan konkret, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menerapkan pendekatan pembangunan berbasis zonasi.

Sebanyak lima kawasan pengembangan disiapkan dengan mempertimbangkan karakteristik geografis, ketersediaan sumber daya, serta keunggulan komoditas setiap wilayah. Pembagian kawasan itu dirancang sebagai instrumen pemerataan sekaligus memastikan intervensi pemerintah menjangkau kebutuhan produktif penduduk secara lebih terukur.

Di sisi lain, Bassam memandang keberadaan perusahaan berskala besar bukan sebagai penghalang bagi penguatan sektor tradisional. Aktivitas usaha ekstraktif justru diharapkan membuka ruang kemitraan yang memungkinkan pertumbuhan berbagai bidang berjalan seimbang, tanpa mengesampingkan mata pencaharian warga setempat.

“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin dan percaya potensi-potensi ini bisa kita kembangkan berdampingan dengan industri dan pertambangan yang ada,” tuturnya.

Baca Juga:
Pacitan Targetkan PAD Pariwisata Naik 15-20 Persen Lewat Sejumlah Event Akhir Tahun

Selain memperkuat sektor produksi, Bassam turut memperkenalkan kekayaan destinasi bahari Halmahera Selatan sebagai salah satu peluang investasi masa depan. Kepulauan Widi menjadi perhatian khusus dalam pemaparannya.

Gugusan pulau dengan hamparan pasir putih, panorama bawah laut, serta keanekaragaman hayati tersebut dinilai menyimpan prospek besar bagi pengembangan destinasi wisata unggulan.

Pemerintah daerah, lanjut Bassam, berupaya membangun iklim penanaman modal yang lebih menarik melalui kemudahan berusaha dan dukungan kebijakan. Langkah ini diarahkan untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha sekaligus membuka kesempatan bagi penduduk setempat mengambil bagian dalam kegiatan pariwisata.

“Kami pemerintah daerah akan memberikan peluang yang besar, bahkan mendapat insentif kepada investor yang berkenan untuk berinvestasi,” ungkapnya.

Bassam menegaskan, keberhasilan agenda pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting agar kekayaan sumber daya Halmahera Selatan dapat diolah menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga. Karena itu, ia mengharapkan adanya keterpaduan langkah antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen daerah dalam memperkuat sektor unggulan yang selama ini menjadi penopang kehidupan penduduk kepulauan.

“Saya mengajak kita semua untuk bersinergi, berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di daerah, khususnya perkebunan dan perikanan yang saat ini kita dorong,” pungkasnya.