KETIK, JAKARTA – Barcelona resmi mengukuhkan diri sebagai kampiun La Liga musim 2025/2026 setelah menumbangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga El Clasico yang berlangsung di Stadion Spotify Camp Nou, Senin dini hari (11/5/2026).
Kemenangan krusial pada pekan ke-35 ini memastikan perolehan poin Blaugrana tidak lagi mungkin dikejar oleh para pesaingnya meskipun kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan.
Tim asuhan Hansi Flick tersebut saat ini telah mengumpulkan 91 poin, unggul jauh 14 angka dari Los Blancos yang tertahan di posisi kedua. Dua gol kemenangan Barcelona lahir di babak pertama, masing-masing melalui eksekusi tendangan bebas Marcus Rashford pada menit ke-9 dan sontekan Ferran Torres pada menit ke-18.
Meski Real Madrid sempat memperkecil ketertinggalan lewat Jude Bellingham di babak kedua, wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside. Kiper Madrid, Thibaut Courtois, sebenarnya tampil apik dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang, namun hal itu tidak cukup untuk membendung pesta juara tim tuan rumah.
Baca Juga:
Sejarah! Barcelona Raih 3 Gelar Juara, Ini RinciannyaPerayaan Juara di Tengah Kabar Duka
Perayaan gelar juara kali ini terasa sangat emosional karena diselimuti duka yang mendalam dari sang pelatih, Hansi Flick. Dalam konferensi pers usai laga, Flick mengungkapkan bahwa sang ayah baru saja meninggal dunia pada Minggu pagi, tepat sebelum pertandingan dimulai. Meskipun tengah berduka, Flick memutuskan untuk tetap mendampingi timnya dari pinggir lapangan. Ia memilih untuk membagikan kabar duka tersebut kepada para pemainnya sebelum laga dimulai karena menganggap skuad Barcelona sudah seperti keluarga sendiri.
"Ini hari yang berat. Pagi ini ibu saya menelepon dan mengatakan bahwa ayah saya meninggal dunia. Saya ingin para pemain mengetahui hal ini. Apa yang mereka lakukan sungguh luar biasa. Saya tidak akan pernah melupakan momen ini," ujar Hansi Flick dalam konferensi pers usai laga.
Sebagai bentuk penghormatan, para pemain dari kedua kesebelasan mengenakan ban lengan hitam dan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum sepak mula dilakukan. Dukungan luar biasa ditunjukkan oleh para pemain Barcelona yang merayakan gelar juara dengan mengangkat dan memeluk Flick di tengah lapangan. Pelatih asal Jerman tersebut mengaku sangat terharu dan belum pernah merasakan cinta sebesar yang ia terima pada hari bersejarah itu.
Baca Juga:
Lamine Yamal Selamatkan Muka Barcelona, Hansi Flick: Dia Pemain HebatSejak menahkodai Barcelona pada musim panas 2024, Hansi Flick telah mengubah Blaugrana menjadi kekuatan yang sangat dominan di kompetisi domestik dengan menyapu bersih lima dari enam trofi lokal dalam dua musim terakhir. Meski dominan di Spanyol, Flick mengakui bahwa tantangan berikutnya adalah memutus tren negatif di kompetisi Eropa setelah musim ini mereka tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Atletico Madrid. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen klub kini sangat berambisi untuk kembali membawa trofi Liga Champions ke Catalunya.
"Kami ingin mencapai level berikutnya. Semua orang di Barcelona ingin memenangkan Liga Champions," tegas pelatih asal Jerman tersebut.
Barcelona kini berpeluang menutup musim ini dengan torehan sejarah baru. Jika berhasil menyapu bersih tiga laga sisa melawan Alaves, Real Betis, dan Valencia, Barcelona akan mengakhiri kompetisi dengan koleksi 100 poin. Flick menegaskan bahwa timnya akan tetap tampil serius di sisa musim demi mengejar target poin sempurna tersebut sekaligus menyempurnakan dominasi mereka di tanah Spanyol musim ini. (*)