KETIK, GRESIK – Genap berusia satu tahun, Paguyuban Laskar Pantura menegaskan komitmen untuk tetap berdiri di atas fondasi pergerakan sosial akar rumput di pesisir Gresik utara. Paguyuban ini konsisten memperkuat fungsinya sebagai ruang silaturahmi sekaligus jembatan suara warga.

​Hal tersebut mengemuka dalam syukuran Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-1 Laskar Pantura yang berlangsung hangat di Basecamp Laskar Pantura, Jalan Raya Daendels, Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Selasa 22 September 2026 malam.

​Ketua Paguyuban Laskar Pantura, M. Fiqul Humam, menegaskan bahwa kehadiran organisasi yang dipimpinnya tidak dirancang untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan murni sebagai jembatan kepedulian antar warga.

​"Laskar Pantura ini lahir dari rasa persaudaraan warga. Di usia satu tahun ini, fokus kita tetap sama menjadi tempat aduan, tempat saling bantu, dan perajut silaturahmi warga pesisir. Kita tidak cari nama, yang penting kehadiran paguyuban ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar," tegas M. Fiqul Humam.

Kebersamaan warga dan anggota Laskar Pantura saat menghadiri syukuran Harlah ke-1 di Basecamp Wotan, Panceng.(Foto: Dok.Laskar Pantura)

Baca Juga:
Gagas THP Hutan Pangan Wotan, Didik Ajak Ibu-Ibu Putar Ekonomi Desa

​Senada dengan hal itu, perwakilan dari JAWARA (Jalinan Warga Pantura), Zainul Ma'arif, menyebutkan bahwa pergerakan di kawasan Pantura harus senantiasa kembali kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, dukungan antar-elemen masyarakat menjadi kunci agar pergerakan sosial tetap konsisten.

​"Paguyuban ini murni untuk rakyat dan masyarakat. Karena berangkat dari masyarakat, maka akan kembali lagi untuk masyarakat. Semoga gerakan ini banyak mendapat dukungan dari saudara-saudara sekalian," kata Zainul.

​Sementara itu, Penasihat Laskar Pantura, Nurhamim Farhan, mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal melalui pemaknaan manusia sebagai makhluk sosial. Ia memaparkan empat prinsip utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh anggota, yakni ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta'awun (saling menolong), dan takaful (saling melengkapi).

​"Semoga di usianya yang ke-1 tahun ini, Laskar Pantura terus konsisten menjalankan misi tersebut. Selain menguatkan sinergi internal, keberadaannya diharapkan memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat luas," tuturnya.

Baca Juga:
Menang Judi Online, Residivis di Gresik Nekat Beli Sabu hingga Akhirnya Diciduk Polisi

​Suasana penuh keakraban tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempererat kebersamaan antara pengurus, anggota Laskar Pantura, JAWARA, dan warga setempat.(*)