KETIK, BANGKALAN – Suasana berbeda terlihat di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) Polres Bangkalan yang berlokasi di Tangkel, akses menuju Jembatan Suramadu, Sabtu 24 Oktober 2026.

Jika biasanya masyarakat menjumpai petugas kepolisian dengan seragam dinas, kali ini pemandangan di ruang pelayanan tampak lebih berwarna. Seluruh personel yang bertugas, baik laki-laki maupun perempuan, kompak mengenakan pakaian adat khas Bangkalan untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495.


Nuansa budaya Madura pun terasa kental di tengah aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Busana tradisional yang dikenakan para petugas tidak sekadar menjadi penanda perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menghadirkan suasana yang berbeda bagi masyarakat yang datang untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

Inisiatif tersebut menjadi salah satu cara Satpas SIM Polres Bangkalan untuk ikut memeriahkan momentum bersejarah bagi Kabupaten Bangkalan sekaligus memperkenalkan dan menjaga kelestarian budaya lokal.

Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Baur SIM Aipda Bagus Setyawan, S.H., mengatakan, penggunaan pakaian adat tersebut merupakan bentuk partisipasi personel kepolisian dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bangkalan.

“Dalam rangka Hari Jadi Bangkalan ke-495, seluruh anggota di Satpas SIM Polres Bangkalan di Tangkel, Suramadu, memang mengenakan pakaian khas Bangkalan, baik laki-laki maupun perempuan,” ujar Bagus.

Menurutnya, peringatan hari jadi kabupaten tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, kepolisian ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan menghadirkan identitas lokal di lingkungan pelayanan publik.

Lebih dari sekadar penampilan, penggunaan busana adat itu juga diharapkan mampu menciptakan suasana pelayanan yang lebih hangat dan humanis. Dengan demikian, masyarakat yang datang mengurus SIM dapat merasakan pengalaman pelayanan yang berbeda, tanpa mengurangi profesionalitas petugas dalam menjalankan tugasnya.

“Melalui momentum bersejarah ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berharap kehadiran personel dengan busana adat ini bisa memberikan kenyamanan dan kebahagiaan tersendiri bagi para pemohon SIM yang datang,” tutupnya.

Langkah sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa semangat memperingati Hari Jadi Bangkalan ke-495 dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan, termasuk di lingkungan kepolisian.

Di tengah tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, identitas budaya Madura tetap mendapat ruang untuk ditampilkan dan diperkenalkan. Perpaduan antara pelayanan publik dan pelestarian tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya lokal merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Bangkalan yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Baca Juga:
Upacara HUT Ke-81 Jatim di Tulungagung, Plt Bupati Ajak Perkuat Kinerja Lewat Sembilan Pilar Pengabdian
Baca Juga:
Satlantas Polres Bangkalan Uji Skill Ojol Lewat Lomba Safety Riding