Harga Cabai Mahal, DKPP Surabaya Ajak Warga Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Gumilang

30 Jul 2024 14:36

Thumbnail Harga Cabai Mahal, DKPP Surabaya Ajak Warga Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming
Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti saat mengajak warga menanam cabai di lahan sempit.(Foto: Diskominfo Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan untuk urban farming. Ini dilakukan sebagai upaya mengatasi harga cabai di pasaran.

Saat ini harga cabai sudah berada di angka Rp70.000/kg pada Minggu (28/7/2024). Sedangkan, per Senin (29/7/2024) harga cabai menurun, yakni Rp69.000/kg. 

Kepala Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. Antiek Sugiharti mengatakan faktor kekeringan menjadi salah satu penyebab mahalnya harga cabai. Saat musim kemarau banyak tanaman cabai gagal panen, belum lagi serangan hama.

Dengan stok dan permintaan yang tidak seimbang, membuat hatga cabai menjadi melonjak tajam. Sisi lain, para petani di daerah penghasil baru selesai melakukan proses tanam, maka memerlukan waktu untuk berbuah atau panen. 

Baca Juga:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Ingatkan Kalaksa BPBD se-Jatim Siap Siaga

“Untuk mengetahui, bagaimana kondisi harga, kita rutin melakukan pengecekan harga pangan di pasar,” jelas Antiek Sugiharti, Selasa (30/7/2024).

Untuk Kota Surabaya kebutuhan cabai berkisar 270 ton per bulan dan cabe rawit sebanyak 391 ton per bulan. Biasanya cabai di Surabaya dipasok dari beberapa daerah di Jawa Timur seperti Kediri, Malang, dan Blitar. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah juga memasok cabai untuk memenuhi kebutuhan.

Mengakali mahalnya harga cabai DKPP mengajak warga untuk memanfaatkan lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) dan Hutan Raya yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman. Hal tersebut tidak dilakukan sendiri, DKPP Kota Surabaya menggandeng Kelompok tani atau Poktan. 

“Petani yang kita dorong, ada di Made, Pakal, dan Lakarsantri. Kita juga mendorong petani urban farming yang menanam di pekarangan rumah, atau yang memanfaatkan lahan fasum atau fasos itu,” tambahnya.

Baca Juga:
Waspada Kemarau Panjang! Kadishut Jatim Ingatkan Kolaborasi dan Mitigasi Harus Diperkuat

Antiek berharap, warga Kota Surabaya bisa melakukan gerakan tanam cabai di rumahnya masing-masing, dengan minimal menanam pada 2 pot. 

“Itu bisa untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Kalau gerakan menanam itu minimal 2 pot, itu sudah mampu mengurangi kebutuhan pasar," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Awal Agustus, DPPESDM Sumut Gelar Pasar Murah di Kantor Camat Ransel

Baca Selanjutnya

Polres Malang Salurkan Bantuan bagi 4 Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Tags:

Urban Farming Harga Cabai Melonjak Kekeringan DKPP Serangan Hama

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar