Harga Cabai Kota Malang Diprediksi Stabil Mulai Akhir Desember 2023

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

6 Des 2023 08:57

Thumbnail Harga Cabai Kota Malang Diprediksi Stabil Mulai Akhir Desember 2023
Penjual bahan pokok di salah satu pasar di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Harga cabai di Kota Malang menjelang akhir tahun 2023 mengalami kenaikan hingga hampir menyentuh Rp 100.000 per kilogram. Diprediksi harga cabai di Kota Malang baru dapat stabil pada akhir bulan Desember 2023.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan menjelaskan, penurunan tersebut seiring dengan pelaksanaan panen raya.

"Kemungkinan saat panen raya nanti kebutuhan pangan cabai akan turun dengan sendirinya. Kalau di Kota Malang, panen raya itu mungkin akhir Desember 2023 sampai Januari 2024. Karena tanaman cabai ini gampang-gampang susah perawatannya," ujar Slamet saat ditemui Rabu (6/12/2023).

Kenaikan harga cabai diduga disebabkan banyaknya petani yang menunggu musim hujan untuk menanam cabai. Ada juga petani yang mengalami penurunan hasil panen sebab terganggunya kualitas cabai akibat hujan. Hal tersebut menyebabkan hasil panen mengalami kondisi keriting dan rusak karena terkena jamur.

Baca Juga:
Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

"Harga cabai itu tergantung kualitas cabainya juga. Ada yang kualitasnya bagus maka harganya juga bagus. Saat ini karena masa panen berbeda-beda sementara kebutuhan akan cabai juga cenderung meningkat maka itu hukum ekonominya muncul. Barang tersedia sedikit sedangkan permintaan tinggi, akhirnya membawa dampak pada peningkatan harga," jelas Slamet.

Untuk memenuhi kebutuhan cabai, Kota Malang menjalin kerjasama dengan daerah penghasil cabai. Selain Kabupaten Malang dan Kota Batu, produksi cabai untuk mencukupi kebutuhan masyarakat juga bekerjasama dengan Blitar, Jember, Bali, dan Makasar. 

"Akibat mekanisme pasar, daerah yang produksi cabainya besar, menargetkan kota-kota besar sebagai marketnya. Termasuk kita koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), biasanya sudah dipetakan daerah-daerah mana saja yang menjadi produsennya untuk membawa produknya ke daerah yang membutuhkan," ucapnya.

Hingga saat ini Kota Malang masih mengandalkan Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Kedungkandang sebagai fokus penghasil cabai. Namun produksi tersebut belum sampai 50 persen dalam memenuhi kebutuhan cabai di Kota Malang.

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

"Tidak sampai 50 persen bisa memenuhi kebutuhan. Memang petani yang menanam, dan luas lahan yang ditanami cabai hanya sedikit," lanjutnya.

Meskipun kenaikan harga cabai dikeluhkan masyarakat, namun hal tersebut membawa dampak yang bagus bagi para petani. Menurut Slamet, kenaikan harga cabai saat ini setidaknya mampu membantu petani balik modal terhadap hasil pertaniannya yamg sempat minus.

"Naiknya harga cabai, terus kemarin harga beras juga naik, secara tidak langsung membuat usaha petani jadi cukup bagus. Selama ini petani kalau tidak hanya balik modal, ya justru minus. Dengan harga tinggi ini minimal membantu petani balik modal dan ada hasil dari hasil taninya. Tapi di sisi lain ada konsumen akhir yakni masyarakat yang terdampak dengan peningkatan harga," jelas Slamet.(*)

Baca Sebelumnya

Khofifah Resmikan Gedung P4S Taruna Bhumi di Jember, Bak Istana Negara

Baca Selanjutnya

Hati-Hati! Ikuti Cara Ini Agar Terhindar dari Kejahatan Email Phising

Tags:

Kenaikan Harga Cabai Harga Cabai Kota Malang Harga Cabai Dispangtan Kota Malang Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar