KETIK, MALANG – Pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menemukan 4.000 Anak Tidak Sekolah (ATS). Tingginya angka tersebut rupanya disebabkan oleh tumpang tindih data.

​Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa jumlah tersebut cenderung mengalami peningkatan dibandingkan catatan sebelumnya. Berdasarkan data Disdikbud Kota Malang, jumlah ATS sebelumnya berada di angka sekitar 2.000 anak dari total sekitar 5.000 anak.

"Untuk ATS kemarin di awal Januari ada peningkatan karena setelah kami evaluasi itu justru data-data dobel di Dapodik. Jadi datanya ada di kami, di sekolah, dan di pondokan juga ada. Makanya kami kemarin kaget, justru meningkat hampir 4.000 padahal dulu tinggal 2.000 sekian," ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Melihat banyaknya data ATS yang tumpang tindih, Disdikbud Kota Malang akan melakukan pembaruan data dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. Terlebih, data tersebut merupakan akumulasi ATS dari jenjang SD hingga SMA sederajat, termasuk yang berada di pondok pesantren.

Suwarjana menjelaskan penuntasan ATS harus dilakukan berdasarkan data yang ada. Peninjauan langsung ke rumah-rumah juga dilakukan dan banyak kondisi yang membuat anak memutuskan tidak lanjut pendidikan.

Baca Juga:
Menyemai Harapan di Tanah Blorok: Delapan Tahun Perjuangan TK Pertiwi Al-Hidayah

"Itu ada yang sudah kerja, tidak ada di Malang, sudah menikah, dan terkadang menikah pun juga enggak boleh sama suami atau istrinya. Kami tetap, kalau memang masyarakat tahu, sampaikan ke kami. Pasti akan segera kami jemput untuk bersekolah dan gratis," lanjutnya.

Dalam melanjutkan pendidikan gratis tersebut, Pemkot Malang telah menjalin kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) khususnya bagi anak yang kini tidak lagi di usia sekolah.

"Upayanya kami sudah berupaya, kami mengajak teman-teman PKBM, kemudian kami mengajak sampai ke PKK RT itu kami libatkan. Lurah, PKK, RT kami libatkan," ucapnya.(*)

Baca Juga:
BEM SI Demo di Patung Kuda, Soroti Kondisi Pendidikan Indonesia pada Momentum Hardiknas 2026