Hama Lalat Buah Tak Terkendali, Apel Batu Terancam Punah

Jurnalis: Sholeh
Editor: Mustopa

24 Jan 2024 05:05

Thumbnail Hama Lalat Buah Tak Terkendali, Apel Batu Terancam Punah
Utomo menunjukkan apel dilahannya yang terserang hama lalat buah. (Foto: Sholeh/ketik.co.id)

KETIK, BATU – Apel sebagai ikon Kota Batu Jawa Timur terancam punah. Hal itu lantaran lahan perkebunan apel di Kota Batu terus mengalami penyusutan. Dari data Dinas Pertanian Kota Batu, pada tahun 2023 lahan Apel hanya tersisa 1.044 hektare. 

Sedangkan pada pada tahun 2020, luas lahan perkebunan apel di Kota Batu seluas 1.200 hektare, kemudian pada tahun 2022 berkurang menjadi 1.092 hektare.

Artinya, dari tahun ke tahun, lahan perkebunan apel terus mengalami penyusutan. Kondisi itulah yang sangat dicemaskan oleh petani apel Kota Batu. Salah satunya, oleh Utomo (60), Ketua Kelompok Tani Bersama Dusun Gerdu Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Menurut Utomo, Desa Tulungrejo merupakan desa dengan petani apel terbanyak di Kota Batu saat ini. Mereka tetap berjuang mempertahankan pertanian apel dari serangan hama sejak 7 tahun terakhir.

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

"Kami berjuang melawan hama lalat buah yang muncul sejak 2017 lalu," kata Utomo, mengawali perbincangan dengan media online nasional Ketik.co.id, Rabu (24/1/2024).

Lahan pertanian di Desa Tulungrejo sendiri saat ini tinggal 300 hektare. Jumlah tersebut, diuraikan Utomo, sangat jauh saat sebelum hama lalat buah menyerang yaitu sekitar 1.000 hektar.

Menurutnya, banyak petani Apel menyerah menghadapi hama tersebut. Karena hingga sekarang petani belum bisa menanggulangi hama yang menyerang bagian buah apel itu.

"Sehingga banyak petani yang membongkar kebun apel. Atau dibiarkan saja tidak dirawat," tambahnya.

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Untuk memastikan keadaan itu, Utomo mengajak Ketik.co.id untuk melihat langsung kondisi salah satu apel di kebunnya.

Dari pengamatan, apel milik Utomo terlihat bintik bintik hitam karena Hama lalat buah. Bintik hitam tersebut merupakan pembusukan yang menular dari satu buah ke buah apel. 

Yang membuat miris, seluruh buah apel di kebun Utomo terserang hama tersebut. Sehingga, bisa dipastikan ia gagal panen untuk kali ini. 

"Ya bisa dijual untuk bahan keripik dengan harga Rp 2 ribu perkilo. Padahal sekarang harga apel yang bagus itu Rp 6 ribu perkilo," urai Utomo.

Harga Rp 2 perkilo itu, dikatakan Utomo tidak bisa menutup biaya produksi perawatan Apel selama 3 bulan. Karena selama tiga bulan, ia harus merawat apel mulai dari pemberian pupuk, membersihkan rumput dan penyemprotan pestisida.

"Sebenarnya yang busuk hanya sebagian, jadi bagian yang utuh masih bisa untuk keripik atau minuman," sambungnya.

Utomo menegaskan, selama ini berbagai upaya dilakukan oleh petani untuk menanggulangi hama lalat buah. Salah satunya menggunakan pestisida segala merek, namun masih tidak mempan. Petani juga pernah meracik sendiri obat dari bahan herbal, namun juga tidak mempan. 

Pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu juga telah kerap memberikan penyuluhan untuk menanggulangi hama tersebut. Bahkan penelitian kandungan unsur hara tanah juga telah dilakukan, tapi hama lalat buah juga masih belum bisa dikendalikan.

"Salah satu upaya petani yaitu membungkus apel dengan kertas. Alhamdulillah bisa mengurangi pembusukan tapi membutuhkan biaya yang mahal. Tidak semua petani mampu," tegasnya.

Foto Hamparan lahan perkebunan apel milik Utomo di Dusun Gerdu Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. (Foto: Sholeh/ketik.co.id)Hamparan lahan perkebunan apel milik Utomo di Dusun Gerdu Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. (Foto: Sholeh/ketik.co.id)

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto membenarkan bahwa lahan perkebunan apel di Kota Batu mengalami penyusutan. 

Ia menyebut, ada beberapa hal penyebab rusaknya lahan Apel, pertama karena usia pohon apel lebih dari 25 tahun, ada penurunan kualitas tanah, pemakaian pupuk kimia yang masih dan perubahan iklim. 

"Oleh Karena itu kami dari dinas ada program revitalisasi Apel. Selama ini kenapa lahan Apel nya rusak karena selama ini menggunakan pupuk kimia secara masif," urainya saat ditemui dalam acara penandatanganan ekspor Pot Kokedama ke Jepang di Kampung Sakura Desa Sidomulyo Kecamatan Batu.

Heru menegaskan, pihaknya berkomitmen agar Apel tetap tumbuh dengan baik. Salah satunya menggandeng Universitas Brawijaya untuk menanggulangi hama pada buah Apel.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu juga membentuk Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Gapoktan Mitra Arjunadi Dusun Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Klinik PHT itu mengembangkan pestisida pupuk organik untuk menanggulangi hama pada buah apel.

"Lalat buah memang menjadi hama di buah apapun, tidak hanya apel. Sehingga pembungkusan juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi hama tersebut," tegasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Korwil Diisukan Dinonaktifkan Karena Ungkap Dugaan Pungli, Kadisdik Bangkalan Bantah Keras

Baca Selanjutnya

Dihantui Cuaca Ektrem, Daerah Pacitan Ini Disebut Rawan Bencana saat Pemilu 2024

Tags:

Kota Batu Apel ikon Kota Batu hama lalat buah

Berita lainnya oleh Sholeh

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

9 Desember 2025 20:30

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

9 Desember 2025 20:07

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

9 Desember 2025 15:58

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

9 Desember 2025 15:46

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

8 Desember 2025 17:00

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

8 Desember 2025 16:48

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H