KETIK, TULUNGAGUNG – Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M, menghadiri prosesi wisuda kelulusan (Haflah Akhirussanah) santri di Pondok Pesantren Al Hidayah, Desa Samir, Kecamatan Ngunut, pada Sabtu malam 20 Juni 2026.
Hadirnya orang nomor satu di Tulungagung tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh pengasuh pesantren, tokoh agama, jajaran Forkopimcam Ngunut, kepala desa setempat, serta ratusan santri dan wali murid.
Dalam sambutan Ahmad Baharudin mengungkapkan rasa bahagia bisa bertatap muka dengan keluarga besar Ponpes Al Hidayah. Meski demikian, ia meminta maaf karena keterbatasan waktu yang membuatnya tidak bisa mengikuti acara sampai selesai.
"Rencana awal saya ingin datang lebih sore. Namun, malam ini ada agenda berbarengan di empat lokasi berbeda, yaitu Kalidawir, Ngunut, dan Besuki," jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan sebelumnya sudah menyiapkan video ucapan selamat secara terpisah. "Namun, alhamdulillah malam ini saya masih diberi kesempatan untuk hadir langsung di Desa Samir," imbuhnya.
Baca Juga:
Pagelaran Wayang Kulit "Wahyu Asmoro Jati" Semarakkan Malam Puncak Bersih Desa Besuki TulungagungPada kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi dalam membimbing generasi muda. Ia menilai pesantren memiliki fungsi vital dalam menjaga moral bangsa.
Beliau menekankan bahwa, wawasan keagamaan dari pesantren merupakan modal utama menciptakan masyarakat yang damai. Ia menggarisbawahi dua poin penting yakni :
1. Keseimbangan Pengetahuan Melalui bekal agama hidup akan terasa indah, sementara dengan penguasaan ilmu pengetahuan hidup menjadi lebih mudah.
2. Penguatan Karakter (Akhlak) Menyetujui apa yang disampaikan KH. Hakim sebelumnya, Plt Bupati menegaskan bahwa pesantren adalah kawah candradimuka terbaik untuk melahirkan manusia yang bermanfaat melalui akhlakul karimah.
Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Hadiri Peringati Tahun Baru Islam Dusun Bonsari Betak, Gelar Pengajian Umum dan Santunan Anak YatimAhmad Baharudin sangat mengapresiasi kepercayaan para orang tua yang telah menitipkan anak-anak mereka di pesantren. Kepada para santri yang baru lulus tingkat SMP, ia memotivasi agar mereka tidak patah semangat dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di lingkungan pesantren.
Plt. Bupati mengingatkan bahwa masa depan daerah ada di tangan generasi muda. Membekali anak-anak dengan ilmu agama yang merupakan sebuah investasi jangka panjang demi ketenteraman orang tua di masa depan.Sebelum berpamitan untuk melanjutkan agenda kedinasan, Plt Bupati menitipkan beberapa pesan penting untuk warga:
1. Menjaga Kondusivitas Kerukunan harus dimulai dari keluarga agar roda ekonomi dan kegiatan ibadah di Tulungagung berjalan lancar.
2. Refleksi Tahun Baru Islam Menyambut 1 Muharram (Bulan Suro), ia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri).
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah (mauidhoh hasanah) yang disampaikan oleh KH. Yasin Bisri, sementara Plt Bupati memohon izin untuk bergeser ke lokasi kunjungan berikutnya. (*)