Hadapi Risiko Bencana Pengujung Tahun, Bug Out Bag Jadi Tas Wajib Saat Darurat

Jurnalis: Dendy Ganda Kusumah
Editor: Fisca Tanjung

30 Des 2025 04:01

Thumbnail Hadapi Risiko Bencana Pengujung Tahun, Bug Out Bag Jadi Tas Wajib Saat Darurat
Ilustrasi bug out bag (BOB) atau tas siaga bencana (Foto: willowhavenoutdoor.com)

KETIK, JAKARTA – Memasuki akhir tahun, potensi bencana di Indonesia cenderung meningkat. Musim hujan yang datang bersamaan dengan intensitas cuaca ekstrem membuat sejumlah wilayah rawan banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

Tak hanya bencana hidrometeorologi, Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire juga tetap dibayangi ancaman gempa bumi, letusan gunung api, hingga potensi megathrust dan megatsunami. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan menjadi hal penting, terutama di penghujung tahun.

Selain faktor alam, akhir tahun juga kerap diwarnai mobilitas masyarakat yang tinggi. Libur panjang, kepadatan transportasi, hingga potensi gangguan sosial dapat memicu situasi darurat yang menuntut masyarakat bertahan hidup di luar kondisi normal.

Dalam situasi semacam itu, kesiapan mental saja tidak cukup. Diperlukan pula peralatan dan perlengkapan yang mendukung keselamatan. Salah satu yang bisa disiapkan sejak dini adalah Bug Out Bag (BOB).

Baca Juga:
BRI Kotapinang Gandeng Damkar Labusel Latih Karyawan Antisipasi Kebakaran

BOB, atau tas siaga bencana, merupakan tas berisi berbagai perlengkapan darurat yang bisa langsung dibawa saat kondisi memaksa seseorang meninggalkan rumah dengan cepat.

Idealnya, isi BOB mampu menopang kebutuhan hidup selama 72 jam atau tiga hari, dengan asumsi bantuan akan tiba dalam rentang waktu tersebut.

Pelaku kegiatan luar ruang, Resly Marshall Todingan, menyebut bahwa Bug Out Bag penting disiapkan sebagai bagian dari mitigasi, terutama menjelang musim rawan bencana.

"Tas ini harus mudah dijangkau dan dibawa saat terjadi kondisi darurat," ujarnya.

Baca Juga:
Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

Apa Isi Bug Out Bag?

Sebagai andalan untuk bertahan hidup, tentu ada sejumlah hal yang wajib ada di dalam BOB. Pertama, adalah dokumen dan barang penting.

Simpan salinan KTP, Kartu Keluarga, Surat Izin Mengemudi (SIM), juga paspor. Masukkan ke dalam plastik atau penyimpanan tahan air. Sertakan juga uang tunai dalam beberapa pecahan. Taruh juga kontak darurat dalam penyimpanan tahan air tersebut.

Setelah dokumen, yang wajib juga dalam BOB adalah peralatan bertahan hidup. Yang masuk dalam peralatan bertahan hidup adalah pisau serbaguna atau multitool, senter plus baterai cadangan, korek api, lilin, terpal atau ponco, dan tali paracord.

Yang juga tak boleh dilupakan adalah peralatan kesehatan dan perlengkapan kebersihan. Bawa kotak P3K, jangan lupa juga membawa obat-obatan pribadi. Bawa alkohol, tisu basah, sabun cair, juga sikat gigi.

Makanan dan minuman juga merupakan hal yang harus ada dalam BOB. Siapkan makanan siap konsumsi. Usahakan makanan memiliki kalori tinggi dan memenuhi kebutuhan asupan tubuh. Bawa juga air minum dalam botol. Siapkan juga tablet penjernih air atau filter air portabel.

Dalam BOB, masukkan juga pakaian ganti. Usahakan juga menyiapkan jaket tahan air, sarung tangan, dan kaos kaki. Siapkan sepatu yang kuat dan nyaman untuk bisa bergerak dengan lincah.

Selain itu, usahakan juga BOB dilengkapi dengan radio darurat, atau handy talkie. Siapkan juga peluit darurat. Selain itu, usahakan ada peta dan kompas.

BOB Tak Harus Mahal

Sekilas, perlu biaya besar untuk menyiapkan BOB. Inilah salah satu alasan tak banyak orang yang menyiapkan tas darurat tersebut. Padahal, ada sejumlah kiat agar dalam membuat BOB ini tak perlu menghabiskan banyak biaya.

Tips pertama adalah menggunakan tas yang sudah ada. Tak perlu membeli ransel yang mahal. Yang penting, tas yang ada kuat dan mampu melindungi isi di dalamnya.

Selain itu, gunakan barang yang ada di rumah. Banyak perlengkapan, seperti korek api, pakaian, atau makanan kaleng yang bisa dimasukkan tanpa membeli baru. Selain itu, jadilah kreatif untuk bisa menggunakan barang-barang ini.

Tips ketiga adalah membeli barang bekas atau promo. Sejumlah barang, seperti pisau dan terpal, bisa didapatkan dengan banderol lebih miring, terutama jika ada promo di marketplace.

Terakhir, utamakan kebutuhan dasar. Fokus siapkan makanan, air, perlindungan diri, dan alat komunikasi dulu sebelum membeli barang tambahan. (*)

Baca Sebelumnya

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidoarjo Naik Jadi 83,35, Tertinggi di Jawa Timur

Baca Selanjutnya

Penemuan Jasad Bayi Gemparkan Warga Sumberbaru Jember, Diduga Dibunuh Ibu Kandung

Tags:

tas siaga bencana Bug Out Bag mitigasi bencana

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0

18 April 2026 17:25

Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0

Jamu Persis Solo, Arema FC Andalkan Joel Vinicius Sebagai Ujung Tombak

18 April 2026 14:38

Jamu Persis Solo, Arema FC Andalkan Joel Vinicius Sebagai Ujung Tombak

Profil Kolese Kanisius: Jelang Seabad Almamater Tokoh Besar Indonesia

18 April 2026 12:50

Profil Kolese Kanisius: Jelang Seabad Almamater Tokoh Besar Indonesia

5 Fakta Menarik Tentang Brawl Stars Gems

17 April 2026 20:15

5 Fakta Menarik Tentang Brawl Stars Gems

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

17 April 2026 08:47

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend