KETIK, BATU – Persikoba Kota Batu menargetkan hasil maksimal saat menghadapi Persiharjo Sukoharjo pada laga terakhir Grup M Babak 64 Besar Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 yang akan berlangsung di Stadion Brantas, Sabtu, 6 Juni 2026.
Meski hasil imbang sudah cukup untuk mengantarkan tim lolos ke fase berikutnya, Persikoba tetap membidik kemenangan demi mengamankan status juara grup.
Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meski hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Menurut mantan gelandang Timnas Indonesia tersebut, Persikoba tidak hanya mengincar kelolosan, tetapi juga berupaya finis sebagai juara grup.
“Posisi kami dan Persiharjo sama-sama mengoleksi empat poin. Tentu kami akan tetap berjuang maksimal karena target kami bukan hanya lolos, tetapi juga menjadi juara grup. Selain itu, kami juga ingin memperbesar peluang Kota Batu menjadi tuan rumah pada fase berikutnya,” ungkapnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca Juga:
Hasil Seleksi Sekda Kota Batu Diumumkan, ‘Triple A’ Siap Bersaing Rebut Kursi 1 BirokrasiMeski demikian, ia mengakui timnya tetap harus realistis menghadapi situasi klasemen saat ini. Dengan tambahan satu poin saja, Persikoba sudah berpeluang melaju ke fase selanjutnya.
“Kami tetap realistis. Hasil imbang sebenarnya sudah cukup untuk membawa kami lolos. Namun, saat menghadapi Persiharjo nanti, kami akan tetap bermain penuh semangat dan berusaha meraih hasil terbaik,” harap Coach Keceng, sapaan akrabnya.
Coach Keceng menilai Persiharjo merupakan lawan yang patut diwaspadai, terutama karena kemampuan mereka mengubah jalannya pertandingan pada babak kedua.
Hal tersebut terlihat saat Persiharjo mengalahkan Persigubin Pegunungan Bintang dengan gol kemenangan yang tercipta pada menit-menit akhir, serta ketika berhasil bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi TS Saiburai Lampung hingga akhirnya bermain imbang 3-3.
Baca Juga:
BRIN Pilih Kota Batu untuk Workshop Pertanian, Fokus Tingkatkan Produktivitas PetaniMenurutnya, salah satu kekuatan utama Persiharjo terletak pada efektivitas pergantian pemain yang dilakukan pelatih mereka.
“Saya melihat mereka memiliki pelatih yang cerdas dalam melakukan pergantian pemain. Saat melawan Persigubin, pergantian pemain mereka mampu memberikan dampak positif. Begitu juga ketika menghadapi TS Saiburai. Saat tertinggal, mereka mampu mengubah permainan setelah melakukan beberapa pergantian pemain. Itu yang harus kami waspadai,” ungkapnya.
Karena itu, Persikoba akan lebih fokus mengantisipasi perubahan pola permainan yang kemungkinan dilakukan Persiharjo sepanjang pertandingan.
“Yang perlu kami antisipasi adalah perubahan permainan mereka ketika pemain pengganti masuk. Itu menjadi salah satu kekuatan yang cukup menonjol dari Persiharjo,” ujarnya.
Menjelang laga penentuan tersebut, Arif mengaku masih melakukan evaluasi terhadap performa timnya, khususnya setelah ditahan imbang Persigubin Pegunungan Bintang pada pertandingan sebelumnya.
Selain menyiapkan strategi, ia juga harus mencari komposisi terbaik lantaran beberapa pemain dipastikan absen akibat akumulasi kartu.
“Saya masih akan mempelajari rekaman pertandingan terlebih dahulu untuk melihat detail yang perlu diperbaiki. Tentu ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan, apalagi kami kehilangan sejumlah pemain karena akumulasi kartu sehingga perlu mencari penggantinya,” jelas Coach Keceng.
Ia menambahkan, sektor pertahanan menjadi perhatian utama yang akan dibenahi sebelum menghadapi Persiharjo.
“Kalau ada satu hal yang paling menjadi perhatian saya setelah pertandingan melawan Persigubin, itu adalah organisasi permainan di lini belakang. Saya merasa masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki di sektor tersebut,” pungkasnya. (*)