KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman meski fenomena El Niño berpotensi memicu musim kemarau panjang. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pemetaan wilayah terdampak kekeringan, stabilisasi harga pangan, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memperbarui data dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.

"Berdasarkan data sementara dari Dinas Pertanian, terdapat tujuh kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Cibadak, Warunggunung, Kalanganyar, Rangkasbitung, Maja, Cipanas, dan Muncang. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Kalanganyar dan Rangkasbitung masuk kategori zona merah karena luas lahan terdampak cukup besar dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. Sementara Kecamatan Cipanas, Muncang, Cibadak, Warunggunung, dan Maja berada pada zona kuning karena dampaknya relatif ringan dan sebagian wilayah sudah mulai pulih berkat upaya pompanisasi," ujar Imam saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data kerusakan lahan pertanian dengan luasan lebih dari 10 hektare dan kategori rusak sedang hingga berat, terdapat tiga kecamatan yang berpotensi mengalami kerawanan pangan, yaitu Kalanganyar, Rangkasbitung, dan Warunggunung.

"Kami terus melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala. Langkah ini penting agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran apabila kondisi kemarau terus berlanjut," katanya.

Baca Juga:
Damkar Lebak Imbau Warga Waspada Kebakaran di Musim Kemarau, Debit Air Mulai Menurun

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan bersama Perum BULOG secara rutin melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan pangan. 

Selain itu, pemantauan harga kebutuhan pokok juga dilakukan setiap hari bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.

"Upaya ini kami lakukan agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga akibat musim kemarau," jelasnya.

Imam mengungkapkan, stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang tersimpan di BULOG saat ini mencapai sekitar 117 ton. 

Baca Juga:
Temuan BPK Soal Pemborosan Perjalanan Dinas DPRD Lebak Dikritik, PP IMALA Desak Audit dan Transparansi Anggaran

Sementara BULOG sendiri memiliki stok beras sekitar 10 hingga 15 ribu ton yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga sampai enam bulan ke depan.

Selain itu, Kabupaten Lebak juga memiliki dukungan cadangan pangan dari Lumbung Pangan Desa (LPD), baik yang dikelola masyarakat umum maupun masyarakat adat Kasepuhan Baduy dan Banten Kidul, dengan total cadangan yang diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu ton.

"Dengan kondisi tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras di Kabupaten Lebak dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak El Niño maupun kemarau panjang tahun ini. Pemerintah terus memastikan stok pangan tetap tersedia dan distribusinya berjalan dengan baik," tegas Imam.

Lebih lanjut, Imam menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Mulai Agustus mendatang, bantuan pangan berupa beras akan kembali disalurkan selama tiga bulan bekerja sama dengan BULOG. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan dukungan melalui berbagai program bantuan sosial, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemerintah Kabupaten Lebak, dalam waktu dekat juga akan disalurkan bantuan bagi kelompok rentan stunting. Sementara bantuan bagi petani yang mengalami puso akibat kemarau saat ini masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas sektor," ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi dalam menghadapi potensi dampak El Niño. Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah guna menjaga ketahanan pangan, mengendalikan harga, serta memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan.

"Mitigasi terus kami lakukan agar dampak kemarau panjang dapat ditekan semaksimal mungkin. Pemerintah hadir untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga, baik dari sisi ketersediaan, distribusi, maupun keterjangkauan harga," pungkasnya.(*)