KETIK, SUMENEP – Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan di Indonesia. Peringatan ini juga dimaknai secara mendalam oleh kader Ansor Jawa Timur asal Sumenep, H. Musaffa Safril, SH, MH.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur tersebut menilai pendidikan tidak semata-mata tentang pencapaian gelar atau pengakuan sosial. Menurutnya, pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas dalam membentuk cara pandang manusia terhadap kehidupan.

“Pendidikan bukan tentang mendapatkan gelar agar terlihat hebat di mata orang lain. Pendidikan adalah tentang bagaimana kamu memandang dunia dengan cara yang lebih bijak,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia menambahkan, pendidikan merupakan jembatan yang menghubungkan mimpi dengan kenyataan. Pendidikan juga berperan dalam memerdekakan manusia dari keterbatasan berpikir sekaligus memanusiakan manusia itu sendiri.

“Pendidikan adalah jembatan antara mimpi dan kenyataan. Ia memerdekakan, memerdekakan, dan memanusiakan. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari rawat akal, jaga nurani, dan tebarkan manfaat,” ungkapnya.

Baca Juga:
Dedikasi 20 Tahun Bang Tofa: Menenun Karakter dan Memerdekakan Nalar di Jantung Kendal

H. Musaffa Safril yang juga dikenal sebagai pemilik Sarung Esbeha itu menekankan bahwa melalui pendidikan, manusia seharusnya mampu memperlakukan sesama dengan lebih baik. Pendidikan, kata dia, menjadi salah satu penentu derajat kemanusiaan seseorang.

Ia menilai kualitas pendidikan di Indonesia perlu terus ditingkatkan agar mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang kuat.

“Dengan pendidikan, kita sejatinya harus bisa memanusiakan manusia. Dan dengan pendidikan pula derajat manusia bisa ditentukan. Karena itu kualitas pendidikan kita harus terus ditingkatkan,” katanya.(*)

Baca Juga:
Bongkar Pasang Kementerian Pendidikan dari Awal Kemerdekaan hingga Dipecah Jadi Tiga di Era Prabowo