KETIK, TULUNGAGUNG – Forum Silaturahim Kiai dan Santri Indonesia (For Santri) Jawa Timur terus memperkuat langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, khususnya bagi kalangan santri dan lingkungan pondok pesantren di seluruh wilayah Jawa Timur.
Ketua Umum Pemberdayaan Ekonomi For Santri Jawa Timur, Gus M. Ainur Rofiq memberikan pernyataan tegas terkait arah kebijakan dan strategi organisasi ke depannya.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi di kalangan pesantren bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan.
Hal ini dikatakan Gus Rofiq saat mengikuti acara Pelantikan Pengurus For Santri Surabaya, Selasa, 28 Juli 2026.
"Pemberdayaan ekonomi UMKM di lingkungan pesantren bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan demi mewujudkan kemandirian santri dan pesantren di Jawa Timur," ujar Gus Rofiq.
Baca Juga:
Ulil Arzaq Ahmadi Terpilih Pimpin PMII Ponorogo Masa Khidmat 2026–2027"Kita tidak ingin santri hanya pandai agama, tapi juga mandiri secara ekonomi. Supaya mereka bisa berkontribusi lebih besar bagi masyarakat," sambungnya.
Gus Rofiq menegaskan, seluruh langkah yang dijalankan selaras dan mendukung penuh program unggulan pemerintah yaitu Desa Migran Mas.
Melalui program andalan 1 Desa 1 Agen, pihaknya ikut berkontribusi nyata dalam upaya menekan angka pengangguran di pedesaan, membuka peluang kerja yang layak, serta menciptakan lapangan usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Pihaknya juga memadukan dengan pendidikan wirausaha unggulan melalui International Business School, sekolah kewirausahaan yang dirancang khusus membekali santri dan masyarakat dengan kemampuan mengelola usaha, memahami pasar, hingga siap bersaing secara nasional maupun internasional.
Baca Juga:
Komisi B DPRD Bojonegoro Soroti Jukir di Zona Parkir Gratis dan Perlintasan KA Tanpa Palang"Kami hadir melengkapi upaya pemerintah. Bersama jaringan keagenan yang terjalin sinergi dengan mitra strategis, serta bekal ilmu kewirausahaan yang utuh," jelasnya.
"Kami pastikan setiap langkah membawa manfaat nyata menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput," jelasnya.
For Santri Jawa Timur berkomitmen mendampingi para pelaku usaha santri secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas produk, penyempurnaan kemasan, penerapan standar mutu, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran yang lebih luas.
Jaringan yang dibangun meliputi berbagai sektor strategis: distribusi barang, layanan ibadah, jasa transportasi, hingga kebutuhan pokok masyarakat.
Lebih jauh, Gus Rofiq berharap langkah ini mampu mengubah citra pesantren. Jika selama ini pesantren dikenal sebagai pusat pendidikan agama, ke depannya pesantren juga harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
"Kita ingin pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tapi juga melahirkan pengusaha-pengusaha tangguh dari kalangan santri. Semangat kami tetap dari santri untuk Indonesia, agar manfaatnya dirasakan luas, mengurangi ketergantungan, dan meningkatkan kesejahteraan bersama," tambahnya.
Komitmen ini disambut antusiasme berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, kepala desa, hingga pelaku usaha. Diharapkan sinergi ini segera terasa dampaknya bagi kemajuan ekonomi desa dan pesantren di seluruh Jawa Timur.(*)