KETIK, MALANG – Keanekaragaman hayati di kawasan Gunung Semeru bertambah, dengan ditemukannya tanaman baru yang dinamai Clorodendrum Ismaili H.Sant dan Sudarmono. Flora tersebut ditemukan tumbuh di area Ranu Darungan yang berada di Lereng Selatan Gunung Semeru.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, tahap identifikasi dan publikasi ilmiah telah dilakukan untuk menetapkan Clorodendrum Ismaili sebagai temuan flora baru. Termasuk, lewat pemeriksaan karakter morfologi spesimen dan tumbuhan hidup.
Hasil dari kajian tersebut, disusun menjadi naskah ilmiah berjudul "Clerodendrum Ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia" dan telah dipublikasikan pada 15 September 2026.
"Naskah telah diterima oleh jurnal Phytotaxa dan dipublikasikan pada 15 September 2026. Kami beri nama Ismaili, sebagai bentuk untuk mengenang bapak Ismail yang merupakan kader konservasi TNBTS dan mendukung kegiatan konservasi di kawasan Ranu Darungan," ungkapnya.
Sebagai informasi, tanaman ini kali pertama ditemukan dalan kegiatan patroli biodiversitas di Ranu Darungan yang masuk dalam wilayah kerja Resort Pengelola Taman Nasional (PTN) Ranu Darungan Kabupaten Lumajang pada 26 Februari 2026.
Baca Juga:
Gunung Semeru Kembali Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Tertinggi Capai 1,3 KilometerSetelah itu, temuan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan observasi dan pendataan terhadap habitat, distribusi lokal, populasi, serta fenologi sejak Mei hingga Juli 2026. Dari pendataan itu, ditemukan ada sekitar 12 individu dewasa dalam kondisi sehat.
Lewat tahapan itu pula, juga didapati bahwa Clorodendrum Ismaili H.Sant dan Sudarmono dapat tumbuh di area hutan sub-pegunungan di ketinggian antara 825 sampai 950 meter di atas permukaan laut (mdpl), di bawah tajuk hutan rapat, dan pada kondisi mikrohabitat yang teduh serta relatif lembap.
Clorodendrum Ismaili ini merupakan tumbuhan perdu tegak yang bisa tumbuh hingga 2,4 meter dan memiliki beberapa karakteristik. Seperti bunga berwarna putih, tepi daun rata maupun sedikit bergerigi, serta terdapat rambut halus ataupun kasar di bagian mahkota bunga.
Namun karena populasinya yang sedikit dan sebarannya terbatas, pihak Balai Besar TNBTS memberikan perhatian lebih lewat upaya perlindungan.
Baca Juga:
Karhutla Bromo Padam! Besok Wisatawan Bisa Naik Lagi, Ini Aturan Terbarunya"Dengan temuan flora baru ini, dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan menambah kekayaan hayati di kawasan Gunung Semeru," tandasnya. (*)