KETIK, TEGAL – Kebakaran melanda area gudang produksi PT SAS Kreasindo Utama yang terletak di Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Minggu, 26 April 2026 malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah mesin dan fasilitas dengan estimasi kerugian material mencapai Rp15 miliar.
Berdasarkan informasi, api pertama kali terdeteksi setelah petugas keamanan mendengar suara alarm. Saat dilakukan pengecekan, api sudah menjalar pada salah satu mesin produksi.
Meskipun upaya pemadaman awal segera dilakukan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), api sulit dikendalikan dan membesar dengan cepat.
Menyusul laporan yang masuk, personel Polsek Kramat bersama instansi terkait langsung dikerahkan untuk melakukan pengamanan lokasi.
Baca Juga:
Wali Kota Tegal Lepas 302 Calon Haji Menuju DonohudanSebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Kota dan Kabupaten Tegal dikerahkan guna mencegah api merambat ke area lain.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, melalui Kapolsek Kramat IPTU Deni Triyatno, memastikan pihaknya hadir memberikan respons cepat demi keselamatan masyarakat dan kelancaran operasi pemadaman.
"Kami hadir untuk membantu pengamanan lokasi, memastikan keselamatan warga sekitar, serta mendukung proses pemadaman agar situasi tetap kondusif. Penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam," ujar Deni.
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kondisi tersebut lantaran gudang dalam keadaan tidak beroperasi atau libur sehingga tidak ada karyawan yang berada di lokasi saat kejadian.
Baca Juga:
Dorong Modernisasi, Bupati Tegal Serahkan Alsintan dan Bibit Unggul ke PetaniSementara itu, dugaan sementara menyebutkan titik api bermula dari salah satu mesin produksi, namun penyebab pastinya masih diselidiki lebih lanjut oleh tim penyidik.
Polres Tegal pun mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk senantiasa mematuhi standar keselamatan kerja, khususnya terkait instalasi listrik dan perawatan mesin guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (*)