KETIK, TRENGGALEK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan kegiatan Raimuna (Kemah Akbar Pramuka Penegak dan Pandega) bisa dilaksanakan tiga tahun sekali. Ia ingin interaksi antara anggota pramuka bisa lebih intens.
"Pentingnya membangun interaksi antara satu kelompok dengan kelompok lain, satu kwarcab dengan kwarcab lain, maka menurut saya, Raimuna yang digelar 5 tahun sekali terlalu lama," katanya.
"Saya usul bisa digelar tiga tahun sekali. Supaya pertemuan antara pandu ini bisa memberikan penguatan untuk menjaga NKRI," sambung Khofifah saat opening ceremony Raimuna ke-14 tahun 2023 di Pantai Prigi, Trenggalek, Jumat (17/11/2023).
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah juga memuji pemilihan Pantai Prigi sebagai lokasi Raimuna ke-14 Jawa Timur. Selain pemandangannya yang eksotik, pemilihan Pantai Prigi bisa menumbuhkan cinta maritim.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025"Ini mendekatkan hati Pramuka bahwa nenek moyang kita adalah pelaut. Cinta kita kepada laut dan maritim harus seiring menjaga daya dukung alam dan lingkungan serta menjaga habitat laut," lanjut Khofifah.
Karena itu, Gubernur Khofifah mengajak para peserta Raimuna Jatim 2023 untuk ikut menjaga lingkungan. Salah satunya dengan menggalakkan penanaman mangrove yang sudah menjadi rutinitas di setiap kegiatan kepramukaan.
"Dunia sibuk mencari solusi global warming. Kita bisa menjadi bagian pemberi solusi. Penegak dan pendega ayo tanamlah mamgrove. Siapa yang menanam, sama dengan sedekah oksigen. Mari jaga alam kita," pintanya.
Tak lupa, dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak peserta Raimuna Jatim 2023 untuk mendoakan prajurit TNI AU yang menjadi korban pesawat jatuh di Pasuruan.
Baca Juga:
Peringati Hari Seni Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi Kreatif"Kami bersama-sama ikut menyampaikan bela sungkawa atas 4 prajurit perwira menengah. Beliau berempat kemarin gugur dalam tugas. Mudah-mudahan seluruh amal ibadah diterima Allah dan khilafnya diampuni Allah. Alfatihah," tandas Khofifah.(*)