KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis bantuan biaya pendidikan kepada 10 murid afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB di SMKN 1 Bringin, Kabupaten Ngawi, pada Rabu 21 September 2026. 

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Program bantuan pendidikan afirmasi ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah angka putus sekolah sekaligus meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung murid dan keluarga. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan penunjang pembelajaran, mulai dari biaya transportasi hingga perlengkapan sekolah. Khofifah mengatakan pemerintah berupaya memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, terlepas dari keterbatasan ekonomi yang dihadapi.

Dalam program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk 50.000 murid afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur.

Setiap murid memperoleh alokasi bantuan sebesar Rp1 juta untuk menunjang kebutuhan pendidikan sekaligus mendukung keberlanjutan sekolah.

Baca Juga:
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Gubernur Khofifah Ajak Santri Kuasai Teknologi, Perkuat Ekonomi, dan Rawat Persatuan Menuju Indonesia Emas

“Bantuan Pendidikan Afirmasi merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah anak-anak putus sekolah. Kami ingin membantu meringankan kebutuhan mereka, mulai dari transportasi hingga perlengkapan sekolah,”  ujarnya. 

Khofifah berharap bantuan tersebut dapat memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan , belajar dengan semangat,  dan meraih masa depan yang lebih baik 

Selain menyerahkan bantuan pendidikan, Khofifah turut membagikan cokelat, es krim, dan tumbler kepada para murid.  Kegiatan tersebut disambut dengan senyum dan antusiasme para murid, sehingga menambah suasana hangat dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Perhatian pemerintah juga diberikan kepada tenaga kependidikan melalui penyaluran bantuan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R. Soerjo di Pasuruan, Gubernur Khofifah Tekankan Keselamatan Petugas hingga Terbitkan SE Salat Istisqa

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan afirmasi memiliki ketentuan tersendiri, termasuk mengenai penerimaan bantuan lain dengan jenis yang sama.

“Bantuan afirmasi ini tidak dapat digabungkan dengan program bantuan sejenis, seperti Program Indonesia Pintar atau PIP, Program Keluarga Harapan atau PKH, dan sejenisnya, sesuai ketentuan program,” ujarnya.

Melalui program bantuan pendidikan afirmasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya memperluas akses pendidikan yang inklusif sekaligus mendukung murid dari keluarga yang membutuhkan agar tetap dapat mengenyam pendidikan. 

Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan pendidikan dan membuka peluang bagi generasi muda Jawa Timur untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)