KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kali ini, program Pasar Murah digelar di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat 3 Juli 2026.
Khofifah menegaskan, Pasar Murah bukan sekadar agenda rutin penjualan bahan pokok di bawah harga pasar. Program ini merupakan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.
"Pasar Murah terus dihadirkan sebagai ikhtiar menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau," ujar Khofifah.
"Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan," imbuhnya.
Menurut Khofifah, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Pasar Murah terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak warga yang merasakan dampaknya.
Baca Juga:
BBM Naik di Tengah Rupiah Anjlok, PMII Jatim: Rakyat Lagi yang Menanggung BebanIa menyebut, tingginya antusiasme masyarakat di setiap penyelenggaraan Pasar Murah menjadi bukti bahwa program ini benar-benar dibutuhkan. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, Pasar Murah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
"Pasar Murah selalu jadi magnet bagi masyarakat, selalu ramai. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, ini jadi salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus bentuk perlindungan sosial supaya seluruh lapisan masyarakat tetap punya akses terhadap bahan pokok," katanya.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini mengaku bersyukur pelaksanaan Pasar Murah di Banyuwangi mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat.
"Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ungkapnya.
Baca Juga:
Disambut Antusias Emak-Emak, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Gunung Anyar Perkuat Daya Beli MasyarakatSementara dalam pelaksanaan Pasar Murah kali ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar sebesar Rp15.166 per kilogram. Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, dengan total stok yang disiapkan mencapai 10 ton.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sebesar Rp16.166. MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan. Seluruh harga tersebut berada di bawah harga pasar sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada para lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang turut berpartisipasi dalam pasar murah. Ia memborong berbagai produk UMKM yang dipasarkan, kemudian membagikannya kepada masyarakat yang hadir.
Langkah tersebut, menurut Khofifah, menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, manfaat pasar murah tidak hanya dirasakan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga oleh pelaku UMKM yang memperoleh tambahan omzet dan peluang memperluas pasar. (*)