KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta pimpinan daerah, bupati dan wali kota aktif ikut mensukseskan sertifikasi tanah wakaf.
Hal ini diungkapkan Gubernur Khofifah dalam acara penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf yang dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Masjid Al Akbar, Surabaya pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Menurutnya, dengan bupati/wali kota menggenjot percepatan sertifikat tanah wakaf bisa mencegah konflik agraria yang tentu bisa menyusahkan masyarakat.
"Bupati Wali Kota ini bisa menjadi penggerak dari proses sertifikasi pencapaian PTSL," katanya.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur sendiri mencatat pada 2025 ini ada lima daerah yang telah menyelesaikan pengurusan sertifikat tanah wakaf dan tempat ibadah.
Baca Juga:
Tinjau PG Ngadirejo Kediri, Gubernur Khofifah Optimis Produktivitas Gula Jatim Capai Target Swasembada Gula Konsumsi Nasional Lebih CepatLima daerah itu adalah Banyuwangi sebanyak 8.264 bidang, Kediri 6.474 bidang, Bojonegoro 6.116 bidang, Lamongan 5.987 bidang, dan Kabupaten Pasuruan 5.804 bidang.
"Terima kasih yang sudah mencapai 70 persen ke atas dan yang belum 70 persen, saya berharap terus melakukan percepatan," tegasnya.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur, Asep Heri menjelaskan pada acara penyerahan sertifikat wakaf kali ini sebanyak 2.532.
"Rinciannya sertifikat wakaf itu 2.482 sertifikat tempat ibadah dalam hal ini gereja 24, pura sebanyak 18 bidang, vihara 13 bidang dan lainnya sebanyak 3 bidang," katanya.
Baca Juga:
Penjualan Hewan Kurban di Jatim Naik Signifikan, Gubernur Khofifah Ungkap Peran Ekosistem DigitalSementara itu, Bhante Guna Siri dari Vihara Buddayana Mojokerto menjelaskan, selama proses penyerahan sertifikat wakaf berjalan dengan lancar.
"Semuanya berjalan lancar. Sebelumnya mengurus selama satu tahunan, milik pribadi jadi hak milik," katanya singkat kepada Ketok.com. (*)