Gubernur Khofifah: 149 Desa Devisa Jatim Terbukti Sukses Dongkrak Kinerja Ekspor Nasional

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

10 Jan 2024 06:05

Thumbnail Gubernur Khofifah: 149 Desa Devisa Jatim Terbukti Sukses Dongkrak Kinerja Ekspor Nasional
Ilutrasi desa devisa (ilutrasi: Biro AdpIm Jatim)

KETIK, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang memiliki desa devisa terbanyak seluruh Indonesia. Sebanyak 149 desa devisa di Jatim berhasil mengangkat perekonomian di Indonesia melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Jatim.

Dari total 613 desa devisa yang ada di Indonesia, sebanyak 149 desa berada di Jatim menjadi penyumbang devisa. Sedangkan untuk Desa Pendulum Devisa di Jatim sebanyak 8 desa.

Hal ini membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku optimis kinerja ekspor UMKM Jatim akan terus meningkat di tahun 2024. Untuk itu, pihaknya terus mengembangkan Program Desa Devisa bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Desa Pendulum Devisa yang bekerja sama dengan Bank Jatim.

"Alhamdulillah desa devisa kita terbanyak nasional. Program desa devisa menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan ekspor komoditas unggulan Jatim," kata Gubernur Khofifah, Rabu (10/1/2024).

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Beragam komoditi Desa Devisa antara lain meliputi Tenun Gedog Tuban, Jahe serta Gula Aren Pacitan, Batik Aromateraphy Bangkalan, Kopi Bondowoso, Daun Kelor Sumenep, Kendang Jimbe Blitar hingga Udang Vaname Situbondo dan Rumput Laut Sidoarjo.

Gubernur Khofifah menjelaskan, pelaku usaha yang tergabung dalam Program Desa Devisa maupun Desa Pendulum Devisa akan mendapatkan pembinaan intensif. Utamanya, untuk peningkatan kualitas produk, manajemen keuangan dan pemasaran serta fasilitasi pembiayaan ekspor.

“Semua ini terbentuk atas sinergitas dan kolaborasi yang baik antara Pemprov Jatim, Pemkab/Pemkot, LPEI, Bank Jatim serta pelaku usaha. Dengan jumlah desa devisa yang dimiliki Jatim ini, saya optimistis akan menjadi pendongkrak kinerja ekspor kita,” tegas Khofifah.

Untuk diketahui, Provinsi Jawa Timur mencatat nilai ekspor nonmigas sebesar USD 2.02 Miliar pada periode November 2023, meningkat sebesar 1,36% (m-to-m) dibandingkan bulan Oktober 2023.

Baca Juga:
Program CKG di Jatim Tertinggi Kedua Nasional, Capaian JKN Tembus 97,71 Persen

“Bahkan Jatim merupakan penyumbang nilai ekspor sebesar 8,6% dari total nilai ekspor nasional,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menjelaskan, pada tahun 2023 telah melakukan pelepasan ekspor beberapa komoditi Desa Devisa, yaitu daun kelor senilai USD 40 ribu ke Jerman, kendang jimbe senilai USD 17 ribu ke China dan rumput laut Gracillaria senilai USD 10 ribu ke Australia.

Komoditi lain seperti gula aren juga telah diekspor ke Kanada sebanyak 1,3 ton. Sedangkan udang vaname, jahe dan kopi hingga saat ini rutin menyuplai offtaker serta eksportir besar.

“Diharapkan pada 2024 ini makin banyak komoditi desa devisa yang dapat merambah pasar ekspor secara mandiri,” jelas Gubernur Khofifah.

Oleh karenanya, dengan potensi besar tersebut, Gubernur Khofifah mengajak para pemangku kepentingan terkait untuk menemu kenali produk unggulan berorientasi ekspor mana yang diproduksi secara massal oleh suatu desa.

“Ketika kita temukan dan sudah dilihat berdasarkan indikator untuk mengembangkan sebuah desa menjadi Desa Devisa, dengan mempertimbangkan sejumlah aspek yaitu produk, konsistensi dan keberlanjutan produksi, pemberdayaan masyarakat dan koordinasi antar pemangku kepentingan, produsen dan manajerial, infrastruktur dan sarana penunjang lain sesuai standar Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI),” jelasnya detail.

Saat ini Jatim memiliki negara tujuan ekspor utama khususnya sektor nonmigas. Sejak Januari-November 2023 tercatat beberapa wilayah negara sebagai tujuan ekspor produk asal Jatim. Negara tujuan tersebut antara lain ASEAN, Amerika, Eropa, Afrika, Australia dan New Zealand serta benua Asia lainnya.

“Kami optimis bukan hanya kinerja ekspor yang berdampak, melainkan pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional pun akan berdampak. Inilah mengapa saya tegaskan untuk pengembangan desa devisa ini harus masif,” tuturnya.

Lebih jauh, Khofifah mengatakan desa devisa juga bisa difungsikan sebagai objek wisata. Harapannya, keberadaan produk lokal unggulan bisa jadi perekat kebhinekaan melalui kecintaan pada produk lokal.

“Kalau kekayaan ini kita rawat, maka ini bisa jadi perekat bangsa. Kearifan yang dimiliki bangsa dan membangun kebersamaan adalah sesuatu yang dibutuhkan hari ini dan di kemudian hari," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Perlambatan Ekonomi

Baca Selanjutnya

DBL Arena Surabaya Dipenuhi Pendukung Anies Baswedan Dan Muhaimin Iskandar

Tags:

Devisa negara Desa Devisa Jawa timur Gubernur Jatim Gubernur Khofifah Khofifah Indar Parawansa

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar