KETIK, GRESIK – Gressmall Gresik merayakan hari jadinya yang ke-7 dengan meriah melalui perhelatan bertajuk “Kemilau Sapta Jagantara” yang digelar di Atrium Gressmall.
Dalam perayaan HUT ke-7 ini, turut hadir jajaran manajemen Dharma Graha Utama (DGU), di antaranya Direktur Utama Erwin H. Poedjono, Direktur Sales dan Marketing Ika Putri Widyaningtyas, serta Marcom & PR Eko Sugeng Wahyudi.
Pada tahun ini, Gressmall juga mengangkat benang merah budaya Gresik–Banyuwangi. Dua wilayah dengan karakter budaya yang kuat. Gresik dikenal dengan akar historis dan religiusnya.
Banyuwangi hidup dengan kekayaan seni dan tradisi yang terus terjaga. Keduanya dipertemukan dalam satu panggung sebagai pengingat bahwa di tengah modernisasi, budaya tetap menjadi identitas yang tidak boleh ditinggalkan.
Baca Juga:
REI Komisariat Gresik Bagikan Seribu Paket Takjil, Wakil Bupati Hadir Beri ApresiasiGeneral Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menjelaskan bahwa angka tujuh melambangkan kedewasaan sekaligus fase menuju kesempurnaan. Tema “Sapta Jagantara” yang berarti tujuh cahaya dipilih sebagai simbol harapan baru.
“Kemilau tujuh cahaya ini adalah simbol harapan. Simbol bahwa ke depan, Gressmall akan terus menghadirkan sesuatu yang baru baik dari sisi program, konsep, hingga kehadiran tenant-tenant baru yang tentunya akan semakin melengkapi kebutuhan pengunjung setia kami,” ujarnya.
Gressmall juga mencatat berbagai pencapaian positif. Sejumlah tenant dinilai semakin nyaman dan terus berkembang bersama pusat perbelanjaan tersebut.
"Capaian lain adalah kami dipercaya pemerintah, swasta maupun stakeholder terkait untuk membuat event di mall ini, seperti cek kesehatan, Dispendukcapil Ngemall juga event Dinas Pendidikan," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyebut keberadaan Gressmall saat didirikan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, termasuk membuka lapangan kerja dan pelaku UMKM di saat kondisi diterpa COVID-19.
Meski begitu, ia mengingatkan adanya tantangan ke depan, terutama terkait dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi.
"Gressmall ini lahir saat Covid, tantangannya besar. Dan saat ini ada tantangan lagi yang tak kalah menantang, tapi kami yakin bisa dilewati," tuturnya.
Suasana semarak terasa sejak awal acara dengan penampilan Fadhilah Intan, Yogie Nandes, hingga Lala Widy yang menghibur pengunjung, termasuk saat sesi pengundian hadiah. Sebagai bentuk apresiasi, manajemen juga membagikan ratusan porsi jajanan gratis seperti Pentol Gila, Tea Break, dan es krim.
Malam puncak yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik turut menghadirkan momen spesial melalui penganugerahan Gressmall Awards. Penghargaan ini diberikan kepada mitra dan pihak yang telah mendukung perjalanan Gressmall selama tujuh tahun terakhir.
Momen yang paling ditunggu pengunjung adalah pengundian hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Keberuntungan jatuh kepada Teguh, pengunjung asal Bojonegoro, yang mendapatkan kupon undian saat berbelanja di Gressmall pada masa Ramadan lalu.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa Gressmall mulai semakin kukuh dalam mewujudkan salah satu visi misinya menjadi mall yang terdepan dalam memberikan pelayanan, pengalaman, dan inovasi untuk masyarakat Gresik dan sekitarnya. (*)