KETIK, BATAM – Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mengajak masyarakat menyikapi polemik pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, secara utuh dan tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan.

Ia menilai potongan pernyataan yang beredar di media sosial memicu beragam tafsir yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Menurut Iman, pernyataan Li Claudia mencerminkan kepedulian seorang pemimpin terhadap kondisi sosial di Batam, khususnya terkait aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan.

“Bu Li Claudia memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Kepedulian yang besar ini mendorong semangat seorang pemimpin bersikap tegas demi melindungi daerah yang dianggap sebagai rumah bersama,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026. 

Ia menegaskan, sikap tegas tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral pemimpin dalam menjaga ketertiban dan melindungi kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga:
Dukung Kemudahan Investasi, BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari

Iman juga mengimbau masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan kaum ibu, untuk tetap menjaga kondusivitas serta tidak memperbesar perbedaan tafsir yang dapat memicu gesekan sosial.

“Ibu Li Claudia tidak ada niat merendahkan pihak mana pun. Masyarakat diharapkan dapat membedakan antara ketegasan terhadap pelanggaran hukum dan sikap terhadap masyarakat kecil. Jangan sampai kita terprovokasi oleh potongan narasi yang beredar di media sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Li Claudia, kata dia, telah bertemu langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat yang sebelumnya merasa tersinggung.

“Mereka sudah duduk bersama, berdiskusi santai, saling memahami, dan bahkan saling mendukung untuk kemajuan Batam ke depan. Artinya, persoalan ini sebenarnya sudah selesai dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga:
Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Iman menambahkan, dialog tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Batam tetap aman, harmonis, dan inklusif.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga persatuan. Jika ada perbedaan pendapat, selesaikan melalui dialog yang sehat dan kepala dingin,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak terjebak dalam narasi yang berpotensi memecah belah, melainkan fokus pada upaya bersama dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.

“Batam adalah milik kita bersama. Mari kita rawat dan bangun kota ini dengan cara-cara yang menyejukkan,” pungkasnya. (*)