KETIK, BOJONEGORO – DPC Partai Gerindra Kabupaten Bojonegoro menargetkan perolehan minimal 10 kursi DPRD pada periode mendatang.
Target tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Bojonegoro H. Sahudi dalam kegiatan pendidikan politik sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan DPD Partai Gerindra Jawa Timur bersama DPC Partai Gerindra Bojonegoro itu berlangsung di Hotel MCM, Jalan Pemuda Timur, Bojonegoro.
Acara dimulai pukul 09.54 WIB dan dibuka oleh Sahudi, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bojonegoro.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur sekaligus Ketua PIRA Jawa Timur, Dra. Hj. Yayuk Padmi Rahayu, M.Si., Sekretaris DPC Partai Gerindra Bojonegoro Suprapto, Ketua PIRA Bojonegoro Heni Agustin, serta narasumber pendidikan politik Indawati, S.H., M.H. Kegiatan ini diikuti pengurus dan kader Gerindra serta PIRA dari berbagai wilayah.
Baca Juga:
Bojonegoro Matangkan Pendirian PSDKU Universitas Brawijaya, Bidik Prodi Teknik Industri Pertanian dan KedokteranSahudi mengatakan, pendidikan politik diperlukan untuk memperkuat konsolidasi kader hingga tingkat basis.
Ia juga memaparkan perkembangan perolehan kursi Gerindra di DPRD Bojonegoro dari satu kursi pada awal perjalanan partai, menjadi lima kursi pada 2014, kemudian enam kursi, hingga mencapai delapan kursi pada periode terakhir dan memperoleh unsur pimpinan.
"Sejarah Gerindra di Bojonegoro terus berkembang, dari 1 kursi di awal, menjadi 5 kursi pada 2014, lalu naik menjadi 6 kursi, hingga periode terakhir mencapai 8 kursi dan meraih unsur pimpinan.
Ke depan, kami berkomitmen dan menargetkan minimal 10 kursi di DPRD Bojonegoro," tegas Sahudi.
Baca Juga:
Tekan Kemiskinan, Pemkab Bojonegoro Siapkan Bantuan Usaha Produktif bagi 1.549 Pelaku UsahaSementara itu, Ketua PIRA Jawa Timur Yayuk Padmi Rahayu menyampaikan bahwa Bojonegoro ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional dalam pembentukan dan penguatan kader PIRA.
Menurutnya, Bojonegoro sebelumnya mendapat penghargaan atas pengumpulan data pendaftaran kader terbanyak se-Jawa Timur.
Yayuk menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan, termasuk melalui aktivitas organisasi dan politik.
"Perempuan jangan hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan. Perempuan harus hadir, berkarya, dan mampu memberikan solusi," ujar Yayuk.
Ia menambahkan, Gerindra menargetkan pendataan minimal 100 kader PIRA di setiap kabupaten/kota.
Target tersebut diarahkan untuk mencapai total 3.800 kader PIRA di Jawa Timur sekaligus memperkuat konsolidasi politik perempuan di tingkat daerah.
Selain membahas pendidikan politik dan penguatan kader, kegiatan tersebut juga menjadi ajang penyampaian dukungan kader Gerindra Bojonegoro terhadap program Presiden Prabowo Subianto, khususnya swasembada pangan, optimalisasi lahan pertanian, serta perlindungan petani lokal di Jawa Timur.(*)