KETIK, CILACAP – Pemkab Cilacap melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Bulog Cabang Banyumas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kecamatan Cilacap Selatan, Selasa, 15 September 2025. Program pasar murah ini guna menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi warga.
Komoditi yang dijual dalam gerakan pangan murah tersebut terdiri dari bahan pangan pokok kebutuhan masyarakat sehari-hari, mulai dari beras SPHP, minyak goreng seperti minyak kita, telur ayam, bawang, cabai, sayuran hingga produk frozen food.
Seluruh barang yang dijual mendapatkan subsidi harga dari pemerintah mulai dari Rp2000 hingga Rp3000.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap, Edi Sucipto, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap stabilisasi harga pangan khususnya beras dan minyak yang menjadi idola warga untuk dibeli.
Baca Juga:
Kemarau Picu Krisis Air Bersih, PMI Cilacap Salurkan 1,225 Juta Liter ke 23 Desa“Kita ketahui bahwa harga pangan, terutama beras, sedang kurang stabil. Maka pemerintah peduli kepada masyarakat supaya tidak terjadi inflasi dari bahan makanan pokok. Untuk beras SPHP kita jual dengan harga Rp57.500 per lima kilogram. Kemudian telur yang harga pasarannya Rp25.000, disubsidi Rp2.000 sehingga harganya menjadi Rp23.000,” ujar Edi.
Terkait tingginya antusiasme warga terhadap kebutuhan minyak goreng bahkan sempat berebut hingga mengalami kehabisan stok. Pihak dinas berencana mengajukan penambahan alokasi ke pihak Bulog untuk bazar pangan murah berikutnya.
“Dengan adanya antusiasme masyarakat terhadap kebutuhan minyak goreng, nanti akan kami usulkan kepada Bulog supaya di tempat lain bisa ditambah jumlahnya. Harapannya nanti bisa memenuhi kebutuhan yang datang agar semua kebagian," katanya.
Menurut Edi, komoditas lain seperti bawang dan produk hortikultura juga dipasarkan dengan selisih harga Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram lebih murah dibandingkan harga pasar.
Baca Juga:
RAPBD 2027 Pemkab Cilacap Capai Rp3,14 Triliun, Defisit Rp272 Miliar Ditutup Pakai SiLPA“Selisihnya antara 2 (ribu) sampai 3.000 per kilogram. Kan ini langsung dari produsen. Jadi kita bekerja sama kalau Gerakan Pangan Murah ini bekerja sama dengan vendor-vendor, salah satunya adalah kelompok tani. Jadi dari mereka langsung ambil dari produsen tidak melalui tengkulak, sehingga lebih murah harganya, bisa di bawah harga pasar,” terang Edi.
Pada pelaksanaan di halaman Kantor Kecamatan Cilacap Selatan kali ini, panitia menyalurkan alokasi komoditas berupa satu ton beras SPHP, 500 kilogram telur ayam, serta sekitar 200 kemasan minyak goreng.
“Stok beras ada 1 ton. Kemudian telur ada 500 kilo, gitu. Kemudian kalau hortikultura ini ya jumlahnya cukup lah,” kata Edi.
Sambutan masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, lantaran siapapun boleh membeli secara bebas tanpa perlu menggunakan sistem kupon atau pembatasan wilayah.
“Jadi pembelian bebas, masyarakat yang datang ke sini boleh beli beras dua kantong, tiga kantong, tidak masalah. Begitu juga dengan komoditas yang lain,” ucapnya.
Program Gerakan Pangan Murah ini dijadwalkan berlangsung sebanyak empat kali selama bulan September 2026 yang diawali di Cilacap Selatan, lalu berlanjut ke Cilacap Tengah, Cilacap Utara, hingga puncaknya di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap. (*)