KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program berbasis gizi keluarga.
Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Madiun tersebut berlangsung meriah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Selain mengampanyekan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas, kegiatan juga diisi dengan santunan anak yatim, pemeriksaan kesehatan gratis, stand pangan, hingga uji laboratorium makanan untuk memastikan kualitas gizi yang dikonsumsi masyarakat.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Baca Juga:
HUT ke-108 Kota Madiun Tanpa Upacara, Pemkot Siapkan Kirab Tengah Malam Hadirkan Sosok Retno DumilahMenurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari risiko stunting.
“Asupan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan itu sangat penting supaya anak bisa tumbuh dengan baik dan tidak stunting,” ujar Bagus Panuntun.
Ia menjelaskan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan fase krusial yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa mendatang.
Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan bergizi, termasuk ikan yang memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral penting bagi pertumbuhan anak.
Baca Juga:
Kalapas Baru Siap Pertahankan Prestasi, Tongkat Estafet Lapas Kelas I Madiun Resmi BergantiDalam kesempatan tersebut, Bagus juga menyoroti penyaluran makanan bergizi yang saat ini masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, capaian distribusi yang baru mencapai sekitar 15 persen harus menjadi perhatian bersama agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain intervensi gizi, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga dukungan masyarakat.
“Semoga dengan adanya edukasi gizi, intervensi pangan serta kolaborasi lintas sektor ini dapat mempercepat penurunan angka stunting yang ada di Kota Madiun,” katanya.
Sementara itu, melalui program Gemarikan, Pemkot Madiun berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan terus meningkat. Selain mudah diperoleh, ikan juga menjadi salah satu sumber protein hewani yang efektif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.(*)