KETIK, BOJONEGORO – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Kali ini, kegiatan tersebut dirangkai secara khusus dengan momen Halalbihalal Idul Fitri 1447 H dan peringatan Hari Kartini, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Jalan Pattimura, Jumat, 17 April 2026.
Acara yang dihadiri oleh puluhan ibu-ibu anggota Dharma Wanita ini tidak hanya berisi silaturahmi, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan positif mulai dari senam bersama, hingga lomba penampilan busana kebaya.
Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Siti Khoiriyah, dalam keterangannya menjelaskan bahwa penggabungan agenda ini dilakukan demi efisiensi waktu dan anggaran.
"Kegiatan ini memang agenda rutin tahunan kita. Karena bulan ini bertepatan dengan bulan Syawal dan bulan peringatan Hari Kartini, maka kita satukan. Jadi ada Halal Bihalal, peringatan Hari Kartini, serta lomba-lomba yang memeriahkan," ujar Siti Khoiriyah.
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah gelar busana kebaya. Dari sekitar 70 peserta yang hadir, panitia melakukan penilaian untuk memilih 10 penampilan terbaik yang dinilai paling serasi dan anggun.
"Kegiatannya lengkap, mulai dari senam, Halal Bihalal, hingga peragaan busana kebaya. Kita ambil dari sekitar 70 peserta, lalu dinilai dan dipilih 10 orang terbaik," tambahnya.
Menariknya, seluruh biaya dan konsumsi dalam kegiatan ini murni berasal dari swadaya para anggota. Siti menegaskan bahwa acara ini tidak menyentuh anggaran daerah sama sekali, sehingga sangat efisien.
"Semua ini dari anggota untuk anggota, tidak mengambil uang dari dinas. Jadi benar-benar murni gotong royong dan kekeluargaan," tegasnya.
Di tengah kesibukan berorganisasi, Siti Khoiriyah juga memberikan pesan mendalam kepada seluruh anggotanya. Ia mengingatkan agar para ibu, yang notabene adalah istri ASN dan pendidik, mampu menjaga keseimbangan antara peran di organisasi, tugas sebagai abdi negara, serta tanggung jawab di rumah tangga.
"Harapan saya, ibu-ibu tetap proaktif di organisasi, tapi tidak melalaikan tugas utama. Harus ada keseimbangan, sesuai dengan lirik Mars Dharma Wanita. Jangan sampai aktif di luar tapi urusan rumah tangga terbengkalai. Keduanya harus berjalan seiring," pungkasnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh keceriaan, menjadi bukti kekompakan dan semangat kebersamaan di lingkungan Dinas Pendidikan Bojonegoro.(*)