KETIK, BATU – Warga Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, mengeluhkan enam titik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Gondorejo yang padam selama sekitar tujuh hari.

Lampu yang berada di tepi jalan dekat gapura samping Kantor Desa Oro-Oro Ombo itu belum diperbaiki sehingga kondisi ruas jalan menjadi lebih gelap pada malam hari.

Keluhan tersebut disampaikan Anton Suwardy, warga setempat. Ia mengatakan enam lampu yang berjejer di sepanjang jalan tersebut telah mati sejak sekitar satu pekan lalu. Kondisi itu membuat penerangan di jalan utama yang banyak dilalui warga berkurang ketika malam hari.

“Sejumlah enam titik PJU berjejer di jalan tersebut sudah seminggu mati. Sehingga jalannya meredup, dan belum ada perbaikan dari dinas terkait,” keluhnya, Senin, 7 September 2026.

Menurut Anton, keberadaan deretan PJU tersebut tidak hanya berkaitan dengan penerangan jalan. Ketika berfungsi, lampu-lampu itu juga memberikan nilai keindahan bagi lingkungan kampung.

Baca Juga:
Pecah Telur Kasus Korupsi Pasar Among Tani Batu, Eks Kepala UPT Tersangka, Siapa Menyusul?

“Jika lampu tersebut menyala, fungsinya akan ganda. Selain menerangi jalan, juga menjadi indah jalan kampung tersebut. Sayangnya sederet lampu-lampu tersebut sudah seminggu padam,” ujarnya.

Ia turut mempertanyakan perhatian terhadap perawatan fasilitas penerangan tersebut. Anton menilai pemasangan PJU membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga kondisi fasilitas setelah terpasang juga perlu diperhatikan.

“Bagaimana komitmen perawatan dinas terkait, mengingat biaya pemasangan yang tak sedikit, tentunya makan anggaran cukup besar, namun tak terawat,” tuturnya.

Hingga saat ini, warga menyebut belum melihat adanya perbaikan terhadap lampu-lampu tersebut. Mereka berharap fasilitas PJU segera kembali berfungsi untuk mendukung penerangan jalan, kenyamanan warga, sekaligus menjaga keindahan kawasan Desa Oro-Oro Ombo.

Baca Juga:
Tindak Lanjuti Catatan DPRD di KUA-PPAS 2027, Pemkot Batu Siap Genjot PAD dan Aset Daerah

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, menjelaskan penanganan PJU berada di bawah bidang tata ruang DPUPR Kota Batu yang memiliki tugas dan fungsi terkait penerangan jalan umum. Ia juga menyampaikan bahwa laporan mengenai kondisi PJU tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Bagian yang membidangi PJU ada di bidang tata ruang yang di dalamnya ada tusi PJU. Matur nuwun atas laporannya dan insyaAllah akan segera kami tindaklanjuti,” jawab Esty.

Selain wilayah Oro-oro Ombo, tambah dia, terdapat PJU di wilayah Jalan Hasan Halim hingga jalur alternatif Sisir dan Temas yang sengaja dimatikan oleh petani.

“Untuk wilayah jalan Hasan Halim hingga alternatif Sisir dan Temas, ada lampu yang sengaja dimatikan oleh petani karena cahaya lampu mengganggu tanaman menjelang panen, dan akan dinyalakan kembali setelah panen selesai,” jelas Esty.

Sementara itu, mengenai PJU di kawasan Lapangan Sisir atau Sendratari Arjuna Wiwaha, Esty menyebut kerusakan terjadi setelah fasilitas tersebut terkena alat berat. Perbaikan kabel PJU tersebut dijadwalkan dilakukan pada hari yang sama.

“PJU sekitar kawasan lapangan Sisir (Sendratari Arjuna Wiwaha) kemarin terkena alat berat, kabelnya hari ini akan diperbaiki teman-teman lapangan. InsyaAllah siang ini akan kami kirimkan update perbaikannya,” paparnya. (*)