Gagal Lebaran, Dua WNI asal Jember Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

5 Apr 2025 19:33

Thumbnail Gagal Lebaran, Dua WNI asal Jember Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja
Dua WNI asal Jember yang diduga menjadi korban dugaan TPPO saat bermaksud minta pertolongan di KBRI Kamboja. (SBMI via Martin for Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Dua orang WNI asal Jember diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. 

Mereka adalah Balqis Safira Nur Firdausi (23) dan Thariq Wachid Ismail (27) yang merupakan warga asal Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. 

Dari kejadian itu, para korban buruh migran tersebut diketahui mengalami ancaman dan tidak bisa pulang ke Indonesia untuk berlebaran dengan keluarganya di Jember.

Diketahui sementara ini, para korban melarikan diri dari tempatnya bekerja dan berupaya mencari perlindungan ke kantor KBRI di Kamboja.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Namun disampaikan oleh Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di Jember Nadifa, para korban malah tidak mendapatkan pertolongan. Dengan alasan, karena saat ini libur lebaran. 

 

Foto Petugas keamanan saat mengusir para korban yang hendak minta pertolongan di Kantor KBRI Phnom Penh, Kamboja. (SBMI via Martin for Ketik.co.id)Petugas keamanan saat mengusir para korban yang hendak minta pertolongan di Kantor KBRI Phnom Penh, Kamboja. (SBMI via Martin for Ketik.co.id)

 

Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Beruntung para korban sementara ini, mendapat pertolongan dari salah seorang WNI yang berada di Kamboja. Bernama Veru Padianto (25) asal Kelurahan/Desa Kayu Tanam, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

"Informasi awal kami dapat dari salah satu rekan para korban yakni Veru (asal Kalimantan Barat). Dugaan sementara adalah tindak TPPO. Selanjutnya dari kejadian ini, kami mendampingi salah satu ibu korban berinisial TS (Titik Suhartini). Untuk lapor ke Polres Jember," kata Nadifa saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (5/4/2025).

Dari laporan ibu salah satu korban, lanjutnya, menjadi upaya penyelidikan awal polisi. Untuk kemudian menetapkan kasus yang dialami para WNI ini adalah Kasus TPPO.

"Kami juga berupaya meminta bantuan pemerintah Kabupaten Jember. Karena untuk dua korban berasal dari Jember itu, salah satunya sedang sakit dan butuh bantuan medis dengan cepat," kata perempuan yang dikenal juga sebagai aktifis ini.

Lebih lanjut Nadifa mengatakan, terkait kondisi yang dialami para korban saat berada di kantor KBRI Kamboja. Ia juga membenarkan, jika sempat mengalami penolakan.

"Mereka diperlakuan tidak baik oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Kedua korban diminta meninggalkan KBRI oleh pihak security karena alasan sedang libur lebaran," ungkapnya.

“Pasca membuat laporan di KBRI korban sampai diusir 7 kali dari Kawasan KBRI untuk mencari tempat penginapan. Padahal korban sedang sakit dan tak memiliki uang untuk menyewa tempat penginapan,” sambungnya.

Dengan kondisi tersebut, kata Nadifa, beruntung para korban mendapat pinjaman uang dari rekannya, untuk menginap di salah satu penginapan.

"Mereka menginap di suatu tempat yang tak diketahui nama wilayahnya di Kamboja. Keduanya pun saat ini, menunggu waktu pemulangan dari Kamboja menuju Indonesia," ujarnya.

Menanggapi ini, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember Indi Naidha mengatakan saat ini pihaknya melakukan pengawalan, terkait kasus yang dialami para WNI ini.

"Kami dari PDI Perjuangan mengawal terkait kasus ini, apalagi dua korban diantaranya wilayah Jember. Ini masih proses," kata Indi.

Kata Indi, terkait kasus dugaan TPPO ini. Pihaknya berkoordinasi dengan SBMI, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dan juga dengan Wabup Jember. 

Kata perempuan yang juga ketua DPC BMI (Banteng Muda Indonesia) Jember ini, SBMI juga mendapat pengawalan langsung Kedubes KBRI Kamboja Santo Darmo Sumanto.

"Terkait kasus ini, penting sosialisasi terhadap WNI untuk tidak memilih Myanmar dan Kamboja sebagai tujuan bekerja ke luar negeri. Karena beberapa waktu lalu Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding saat rapat kerja bersama komisi III DPR RI menyatakan agar warga Indonesia menghindari dan tak ambil peluang untuk bekerja di Myanmar dan Kamboja," ujarnya.

"Alasanya pemerintah Indonesia, tidak pernah bekerjasama untuk penempatan tenaga kerja di kedua negara itu," sambung Indi.

Lebih lanjut, kata Indi, terkait kondisi memilih bekerja ke luar negeri. Dimaklumi sebagai upaya untuk mendapatkan penghasilan.

"Tapi proses administrasi bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri melalui agen-agen penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Harus diperketat agar tidak menjadi korban TPPO," tegasnya.

“Tak hanya warganya saja yang diberikan pemahaman, tetapi termasuk perusahaan-perusahaan yang menyalurkan TKI-TKI ke luar negeri itu. Harus diawasi juga agar tidak sembarangan mengirim warga Indonesia,” imbuhnya. (*)

Baca Sebelumnya

Arus Balik Kendaraan di DIY Mulai Menurun pada H+5 Lebaran

Baca Selanjutnya

3 Kandidat Kuat Kajati Jatim, Mantan Kajari Surabaya Masuk Bursa

Tags:

Kamboja sindikat judi online perdagangan orang TPPO Jember kbri phnom penh SBMI

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar