KETIK, SURABAYA – Imam Safii warga Baureno Bojonegoro akhirnya bisa berangkat haji, namun kondisi kaki sebelah kiri harus diamputasi karena sakit.
Seharusnya, Syafii berangkat pada tahun 2021. Namun, saat pandemi covid-19 itu pula dirinya harus menjalani operasi amputasi.
"Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan untuk berangkat dan menunaikan ibadah haji," ucap Imam, Jumat (2/6/2023).
Imam sendiri baru mendaftar haji pada tahun 2011. Sirinya dipastikan berangkat pada tahun 2021, namun kondisi saat itu pandemi yang membuat perjalanan haji dihentikan. Imam Safii merasa ada hikmah dibalik tidak adanya keberangkatan haji tersebut.
Baca Juga:
Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan LansiaItu karena pada tahun yang sama dirinya terpaksa menjalani operasi untuk amputasi kaki sebelah kiri karena sakit yang diderita sejak 2019.
"Sehingga pada tahun itu saya dapat fokus menjalankan pengobatan dan perawatan kesehatan untuk bisa sehat dulu," terangnya.
Saat mengetahui dirinya bisa berangkat haji pada tahun 2023 ini, Syafii sangat bersyukur. Meski, dirinya saat ini harus memakai kaki palsu dan berjalan dengan bantuan tongkat kruk.
"Alhamdulillah senang juga dan tidak sabar untuk menjalani ibadah di tanah suci," bebernya.
Baca Juga:
Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah SuciImam Safii yang tergabung dalam kloter 22, kemudian bercerita, ia tidak memilik anak dan tidak ada istri yang mendampingi hidupnya lagi. Walau tanpa didampingi keluarga, pria usia 58 tahun ini tidak mengkhawatirkan apapun dalam menjalan ibadah haji ini.
Bahkan ia menyakini akan dimudahkan dalam menjalankan ibadah. Tapi ia tidak menolak jika nantinya perlu menggunakan kursi roda dalam menjalankan ibadah haji. (*)