FSPPB Minta Pemerintah Kaji Ulang Keterlibatan Pertamina dalam Danantara, Ini Kata Ichsanuddin Noorsy

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Muhammad Faizin

30 Apr 2025 20:25

Thumbnail FSPPB Minta Pemerintah Kaji Ulang Keterlibatan Pertamina dalam Danantara, Ini Kata Ichsanuddin Noorsy
Halalbihalal Forum Wartawan Sobat Energi dan Kuliah Umum oleh Ekonom Indonesia Dr Ichsanuddin Noorsy, dengan tema 'Holding Danantara dan Implikasinya ke Pertamina' di Gedung Kwarnas, Jakarta, Rabu 30 April 2025. (Foto: Surya Irawan/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FS PPB) meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keterlibatan PT Pertamina dalam Danantara atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang memiliki aset mencapai angka 1 triliun dollar AS.

Sebab, Danantara dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk lepasnya kontrol negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Sebaliknya, akan memperlebar pengaruh kapitalis dan ekonomi liberal dalam sektor energi di Indonesia.

"Jangan-jangan Danantara hanya sebuah instrumen yang dibuat untuk membayar atau melunasi hutang-hutang negara. Kalau ini terjadi, maka negara benar-benar tergadai," kata Presiden FSPPB Arie Gumilar dalam acara Halalbihalal Forum Wartawan Sobat Energi di Gedung Kwarnas Jakarta, Rabu 30 April 2025.

Menurut Arie, Pertamina merupakan perusahaan yang dikelola langsung negara dibawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola hajat hidup orang banyak.

Baca Juga:
Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

Sehingga lebih tepat apabila Pertamina dikelola langsung oleh negara, bukan masuk dalam skema pengolalan korporatisasi seperti ini melalui Danantara.

"Pengalihan saham seri B milik Pertamina ke holding Danantara bukan sekadar restrukturisasi saja, tapi perubahan membuat fundamental menjadi terbuka," katanya.

FSPPB meningatkan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang seharusnya menjadi dasar utama pengelolaan energi dan sumber daya alam. 

"Hanya dengan kendali penuh negara, energi bisa benar-benar digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Baca Juga:
Pertamina Tutup Satgas Rafi, Konsumsi BBM Jatim Naik 19 persen dan LPG 6,2 Persen Selama Arus Mudik hingga Balik Lebaran

Dalam Halalbihalal Forum Wartawan Sobat Energi ini juga digelar diisi Kuliah Umum oleh Ekonom Indonesia Dr Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH MSI dengan tema 'Holding Danantara dan Implikasinya ke Pertamina'.

Ketua Forum Komunikasi Wartawan Sobat Energi, Untung Sarwo Kaloko, mengatakan, Kuliah Umum soal Danantara ini diharapkan bisa membuka ruang dialog yang sehat dan membangun, demi mencari arah kebijakan yang paling sesuai dengan kepentingan bangsa

"Keberadaan Danantara memang membawa harapan, tapi juga menimbulkan banyak pertanyaan. Implikasinya besar, terutama bagi Pertamina yang merupakan aset strategis nasional,” kata Untung Sarwo Kaloko.

Ekonom Indonesia Ichsanuddin Noorsy mengatakan, Danantara tidak memiliki blueprint atau cetak biru yang menjelaskan keunggulannya. 

Selain itu para direksi yang duduk di Danantara harus sudah selesai dengan masalah dengan dirinya sendiri dan memiliki moral hazard.

"Saya ingin ada kejujuran dan konsistensi, saya tidak mau mengatakan apakah Rosan (Rosan Roeslani, CEO Danantara/Menteri Investasi dan Hililisasi/Kepala BKPM) mampu atau tidak. Tapi dia harus menunjukkan mampu mengelola Danantara dengan membuat blueprintnya," kata Ichsanuddin Noorsy.

Rosan selaku CEO Danantara, kata Ichsanuddin, setidaknya harus menujukkan 9 keunggulan dalam blue printnya mengengai keberadaan Danantara yang memiliki aset mencapai angka 1 triliun dollar AS tersebut.

"Pertama Human Capital meliputi kualitas manusia, pengusaan teknologi dan R & D . Kedua Efektivitas Tata Kelola Negara," katanya.

Ketiga adalah Struktur Fundamental, terdiri dari struktur fungsional dari hulu-hilir-resources base-industrial base, delivery base dan market base.

Keempat, keunggulan Fiskal dan Moneter meliputi price stability (pasar uang, pasar barang dan pasar naker). Kelima, kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri atas hajat hidup orang banyak dengan tiga pasar tersebut.

Kemudian keunggulan keenam adalah memiliki tagihan ke luar negeri. Ketujuh, kewajiban pada luar negeri tidak mengakibatkan lahirnya tekanan asing.

"Kedelapan Penegakan Hukum, serta kesembilan adalah terpadunya Modal Sosial, Modal Politik dan Modal Finansial. Keunggulan-keunggulan ini harus dijelaskan dalam blueprint Danantara," jelasnya.

Ichsanuddin menambahkan, keberadaan Danantara bisa mengurangi potensi praktik negatif penyalagunaan aset yang merugikan negara selama ini, terutama dalam sektor pertambangan dan energi asal dikelola optimal.  

"Danantara juga bisa digunakan untuk melunasi utang negara jika Danantara bisa mengelola semuanya dengan baik terutama terkait restrukturisasi aset. Saya pernah menyampaikan ke Prabowo bahwa target utang selama 5 tahun akan lunas, dengan catatan selama 5 tahun tidak bikin utang baru," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

BAZNAS Kabupaten Bandung - Yayasan Brader Realiasikan Program Listrik Cahaya Mandiri

Baca Selanjutnya

Update Insiden Pengunjung Jatuh di Wahana 360 Pendulum Jatim Park 1, Polisi Periksa 14 Saksi

Tags:

Danantara Pertamina FSPPB Tolak Danantara Ichsanuddin Noorsy Kapitalis Liberal Forwatgi blueprint

Berita lainnya oleh Surya Irawan

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

14 April 2026 07:40

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

19 Maret 2026 16:31

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar