Fraksi PKB DPR RI Bulat: Pilkada Langsung Biang Money Politic, Kepala Daerah Dipilih DPRD Saja!

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

22 Agt 2025 15:20

Thumbnail Fraksi PKB DPR RI Bulat: Pilkada Langsung Biang Money Politic, Kepala Daerah Dipilih DPRD Saja!
Anggota Fraksi PKB DPR RI, Muhammad Khozin mengatakan kepala daerah dipilih DPRD, Pilkada langsung rawan money politic. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Fraksi PKB DPR RI tegas menolak pelaksanaan Pilkada langsung yang dipilih oleh masyarakat. Sistem tersebut dinilai menjadi biang money politic dan menimbulkan polarisasi di masyarakat. 

Anggota Fraksi PKB DPR RI, Muhammad Khozin menjelaskan fraksi telah membuat keputusan bulat agar pemilihan kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, dipilih oleh DPRD saja. 

"Polarisasi masyarakat pascapemilu itu butuh rentang waktu lama untuk kembali berangkulan. Dampak polarisasi itu yang dahsyat di dua kali pemilu kemarin. Belum lagi urusan money politic, netralitas ASN, dan lain-lain," ujarnya, Jumat 22 Agustus 2025 di Kota Malang. 

Khozin menyangkal bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD melukai sistem demokrasi di Indonesia. Alasannya, sebab anggota DPRD merupakan perwakilan rakyat dan dipilih langsung oleh rakyat. 

Baca Juga:
Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah dan Arifah Saksikan Deklarasi 9 Tuntutan ke PBB

"Kita mengenal istilah demokrasi bisa direct dan indirect, keduanya itu sama-sama demokratif. Sama dengan kita (DPR RI) , ada perwakilan di DPRD, jangan salah mereka itu dipilih oleh masyarakat artinya di jabatan mereka ada suara masyarakat," katanya. 

Gejolak masyarakat atas keputusan tersebut tak dapat terelakkan. Namun Khozin mengatakan bahwa pemerintah wajib mencari dampak paling kecil untuk mencari maslahat yang lebih besar. 

Sejak reformasi, sudah sekitar 6 kali pemilihan presiden dan kepala daerah dilaksanakan secara langsung. Namun menurutnya, pemilu maupun pilkada di 2 tahun terakhir menunjukkan brutalitasnya sebab masyarakat memilih bukan karena kapasitas calon pemimpin. 

"Masyarakat memilih kepala daerah itu banyak tidak berbasis kapasitas yang dimilik tetapi terkait food buying dan money politic luar biasa. PKB ingin memastikan bahwa iklim demokrasi kita harus sehat dan tidak hanya berpijak pada urusan isi tas, tetapi kapasitas, kualitas, dan kapabilitas itu harus dimiliki," ujarnya. 

Baca Juga:
Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Ia juga menyinggung bahwa mayoritas fraksi yang ada di DPR RI sepakat dengan usulan tersebut. Begitu pula dengan revisi paket politik, terkait UU Pemilu, UU Pilkada yang akan dilakukan pada awal tahun 2026.

Kendati demikian, saat ini telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di jajaran anggota dewan. 

"Kami di fraksi PKB secara tegas menyampaikan idealnya di tengah situasi seperti ini dan dua kali pemilu 2019 dan 2024, PKB mengusulkan bupati, kepala daerah, dan gubernur itu dipilih oleh DPRD. Kami punya rasionalisasi dan berdasarkan kajian empiris, tidak hanya yuridis," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kasus Pencabulan Robatal Buram, Polres Sampang Kesulitan Cari Pelaku

Baca Selanjutnya

Usai Insiden Penusukan Siswa SMP, Bupati Bondowoso Pastikan Penanganan Menyeluruh dan Evaluasi Sistem Keamanan Sekolah

Tags:

Pilkada Langsung Fraksi PKB pkb DPR RI Pemilihan Kepala Daerah DPRD Demokrasi Reformasi Bupati Wali Kota Gubernur rakyat

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar