KETIK, SURABAYA – Mengusung semangat "Melesat Hebat", platform media Ketik.com merayakan usianya yang ke-4 dengan mempertegas posisinya sebagai pionir media berbasis ekosistem kemitraan di Indonesia. Berbeda dari media arus utama, Ketik.com menerapkan strategi Observe, Imitate, and Modify (ATM) dari kesuksesan platform Gojek untuk mendisrupsi industri media nasional.

Melalui platform digital yang dibangun selama empat tahun terakhir, Ketik.com mengusung target besar untuk menggandeng 514 CEO di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

"Hingga saat ini, sebanyak 150 CEO atau biro independen telah resmi bergabung dan membangun kemandirian bisnis media di daerah masing-masing," jelas CEO Ketik.com Kiagus Firdaus, Rabu, 9 September 2026.

Dominasi pasar Ketik.com berfokus pada penguasaan wilayah pelosok negeri yang selama ini sulit dijangkau oleh media nasional lain. Dengan mengandalkan saluran lowongan kerja (loker), jaringan lokal, serta kolaborasi berbasis nilai, Ketik.com berhasil mengamankan market share yang signifikan di daerah-daerah tersebut.

Memasuki tahun keempat, Ketik.com juga resmi meluncurkan Ketik Institute sebagai wadah riset, penilaian, dan pengembangan integritas. Sebagai puncak perayaan hari jadi, Ketik.com memberikan apresiasi khusus melalui ajang Ketik Awards 2026 kepada para tokoh, pejuang, dan mitra di seluruh Indonesia yang dinilai memiliki dedikasi serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:
Intip Kisah di Balik Nama Ketik.com, Berawal dari Suara “Tik, Tik” Mesin Ketik Lawas

"Melalui sinergi dan salam kolaborasi, Ketik.com optimistis terus memperluas jangkauan dan memperkuat ekosistem media independen hingga ke pelosok Nusantara," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Dirut PT Winmar Eko Widiastopo Raih 9.9 Awarding Ketik.com sebagai Akselerator Swasembada Jagung