KETIK, SURABAYA – Forum sepak bola yang terdiri dari Askab, Askot, dan klub sepak bola seluruh Jawa Timur baru saja bertemu. Mereka membahas sekaligus mendesak PSSI pusat untuk segera menggelar kongres pemilihan.
Dengan penundaan yang dilakukan PSSI pusat, menurut para peserta diskusi dari Askab, Askot, dan klub dapat memperkeruh situasi organisasi dan berpotensi mengganggu agenda penting, termasuk Pelan Olahraga Provinsi (Porprov).
Calon Ketua Umum PSSI Jawa Timur, Raja Siahaan menegaskan, mayoritas pemangku kepentingan sepak bola di daerah menginginkan percepatan pelaksanaan kongres.
"Saya sepakat. Semakin cepat kongres digelar semakin baik. Namun kami tetap menghormati langkah Plt Asprov Jawa Timur yang akan mengirim surat ke PSSI Pusat untuk meminta kepastian jadwal," katanya pada Jumat, 1 Mei 2026.
Sebelumnya, Raja sempat bertemu dengan Plt Ketua PSSI Jatim, Khairul Anwar. Dalam pertemuan tersebut, Khairul berjanji akan berkirim surat pada PSSI Pusat pada 5 Mei 2026.
Baca Juga:
Skema Baru SPMB Surabaya, Nilai TKA Kini Berkontribusi 40 Persen di Jalur PrestasiIa menjelaskan, sesuai statuta, PSSI Pusat memiliki waktu 14 hari untuk merespons surat tersebut. Hasil dari respons itu yang nantinya akan menjadi dasar langkah selanjutnya bagi Raja untuk menentukan sikap apa yang harus diambil.
Juru Bicara Forum Silahturahmi Sepak Bola Jawa Timur, Saiful Anwar memberikan komentar tegas, jika kondisi sepak bola di Jawa Timur sudah meresahkan. Ia menyoroti kebijakan penunjukan Plt dinilai tidak sesuai aturan organisasi.
“Penunjukan kepengurusan oleh Plt jelas melanggar. Seharusnya itu kewenangan Ketua Umum PSSI yang definitif. Ini yang membuat situasi semakin tidak kondusif,” tegas Saiful.
Menurutnya solusi paling tepat untuk mengakhiri polemik adalah dengan segera menggelar kongres pemilihan. Terlebih ada 18 kabupaten/kota di Jawa Timur yang masa kepengurusannya akan segera berakhir.
Baca Juga:
Persebaya vs PSBS, Bernardo Tavares Ingatkan Pemain Jangan Remehkan Lawan“Kalau kongres tidak segera dilaksanakan, kami siap bergerak ke Jakarta. Ini serius, bukan ancaman. Kami ingin kepastian,” katanya.
Ketua PSSI Kabupaten Pamekasan, Abdul Rozak menambahkan, kesiapan pihaknya untuk mengerahkan massa dalam jumlah besar ke Jakarta sebagai bentuk tekanan kepada PSSI Pusat.
“Kami sepakat akan berangkat ke Jakarta. Saya pribadi menyiapkan 20 bus. Setiap Askab juga siap mengirimkan sekitar 200 orang,” ungkap Rozak. (*)