KETIK, MALANG – Perkembangan sistem ekonomi berkelanjutan kini semakin menjadi perhatian dunia. Melihat hal tersebut, Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang menggelar International Guest Lecture dengan menghadirkan akademisi asal Nigeria, Dr. Adamu Ahmed Wudil dari Centre for the Study of the Economies of Africa (CSEA).
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung D10 FEB UM pada Kamis, 7 Mei 2026 itu mengangkat tema Exploring Research Opportunities in the Economic and Education Sectors in Nigeria and Other African Countries. Forum internasional tersebut membahas perkembangan Islamic finance di sejumlah negara, mulai dari Nigeria, Malaysia, hingga Indonesia.
Dalam pemaparannya, Dr. Adamu menjelaskan bahwa Islamic finance hadir bukan hanya sebagai sistem keuangan berbasis syariah, tetapi juga sebagai solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, konsep pembiayaan syariah lebih dekat dengan nilai budaya dan prinsip kehidupan masyarakat sehingga lebih mudah diterima.
“Islamic finance is coming as a bridge to social economic problems. This kind of financing is more comfortable for people because it is in line with their values, culture, and principles,” ujar Dr. Adamu.
Ia menilai sistem keuangan syariah memiliki pendekatan yang lebih berkelanjutan karena tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial dan stabilitas ekonomi.
Baca Juga:
Keren! Hotel Santika Premiere Malang Sabet Penghargaan Bergengsi, Berkat Konsisten Kurangi Limbah PlastikDalam kesempatan itu, Dr. Adamu juga menyoroti perkembangan Islamic finance di Indonesia dan Malaysia yang dinilai berhasil menjadi contoh bagi banyak negara lain, terutama dalam pemanfaatan sukuk untuk pembangunan infrastruktur.
“Malaysia and Indonesia have been doing Islamic finance for a very long time. Many countries are now looking at what these countries are doing in developing Islamic finance and infrastructure projects,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia dan Malaysia membuktikan bahwa sistem keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di negara berkembang.
Tak hanya membahas perkembangan ekonomi syariah, kegiatan tersebut juga membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang riset internasional di sektor ekonomi dan pendidikan di kawasan Afrika. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung, terutama saat membahas tantangan ekonomi global dan masa depan Islamic finance di era modern.
Baca Juga:
Nanda Gudban Comeback di Malang! Dampingi Viktor Laiskodat di UB, Ini Posisinya SekarangMelalui forum internasional ini, FEB UM ingin mendorong mahasiswa agar memiliki perspektif global sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Kegiatan tersebut juga menjadi peluang kolaborasi riset lintas negara bagi sivitas akademika UM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (*)