KETIK, SUMENEP – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor menjadi ajang refleksi bagi M. Muhri, mantan Ketua GP Ansor Sumenep yang kini duduk sebagai anggota DPRD setempat.

Pada peringatan Harlah yang jatuh pada Jumat, 24 April 2026, M. Muhri mengingat perjalanan panjangnya sejak aktif berorganisasi hingga dipercaya menjadi wakil rakyat selama dua periode.

Ia menilai, pengalaman mengabdi di Ansor memberi jalan bagi kiprahnya di dunia politik.

"Alhamdulillah, puji syukur yang tiada tersampai saya pernah diundang aktif dan mengabdi di Ansor. Bahkan menjadi ketua dua periode. Semoga pengabdian tersebut menjadi jalan untuk pengabdian yang lebih luas untuk masyarakat, bangsa, dan negara," ujar M. Muhri.

Alumni Universitas Annuqayah itu menyebut, dirinya bukan satu-satunya kader Ansor yang kini berada di parlemen.

Baca Juga:
Bupati Bandung Apresiasi Ansor Bentuk Satgas Penanganan Sampah Berbasis Pesantren

Ia mengakui, sejumlah anggota DPRD Sumenep juga memiliki latar belakang serupa, meski berasal dari berbagai partai politik.

Mayoritas, kata dia, berasal dari PKB, termasuk dirinya. Namun, ada pula kader Ansor yang kini berkiprah melalui partai lain seperti Nasdem dan PDIP.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Ansor menjadi wadah kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin di berbagai lini.

Ia berharap, ke depan semakin banyak kader Ansor yang melanjutkan pengabdian di ruang yang lebih luas, baik di legislatif maupun eksekutif.

Baca Juga:
Peringati Harlah ke-92, GP Ansor Gelar Ziarah Akbar dan Gowes Bangkalan–Jombang

"Harapan kami tentu muncul lagi kader-kader Ansor yang terus berjuang, tidak hanya di organisasi, tapi juga di pemerintahan untuk kepentingan masyarakat," tambahnya.(*)