KETIK, PASURUAN – Dua siswa Double Track (DT) Tata Rias Pengantin Berhijab SMAN 1 Gondangwetan (SMAGONTA) kabupaten Pasuruan tampil mempesona dalam even Jatim Fest 2026, Rabu, 30 September 2026 di Grand City Mall Surabaya.

Mereka menunjukkan bahwa keterampilan di bidang kecantikan bukan hanya tentang kecantikan dan penampilan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, promosi, dan jiwa kewirausahaan.

Dalam acara tersebut, dua model cantik, Isa Arum Arroyan (kelas X-4) dan Nuri Ramadhani (kelas XI-1) yang didampingi oleh Leny Arizka (kelas XI-6) dan Fairus Aurelia (XI-2) dari DT Tata Rias Pengantin Berhijab SMAN 1 Gondangwetan tampil mempromosikan produk masker wajah Bioaqua dan Madamge.

Keduanya tidak sekadar menjadi model yang memperagakan busana pengantin berhijab, tetapi juga turut berperan aktif dalam memperkenalkan dan menawarkan produk kepada pengunjung.

Suasana Jatim Fest 2026 dipenuhi berbagai produk dan kreativitas dari berbagai bidang kedinasan, pemerintahan, pendidikan, dan UMKM.

Baca Juga:
Diapresiasi Aries Agung Paewai, Dinas Pendidikan Tampilkan Karya dan Program Unggulan di Jatim Fest 2026

Sementara dua model siswa DT SMAGONTA tampil dengan percaya diri untuk menarik perhatian pengunjung sekaligus menjelaskan keunggulan produk masker wajah yang dipromosikan. Mereka belajar membangun komunikasi dengan calon konsumen, memperkenalkan produk, menyampaikan informasi secara menarik, serta memahami bahwa penampilan yang baik harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi dan pelayanan.

Dua Model cantik dari DT Tata Rias Pengantin Berhijab mempromosikan produk masker wajah Bioaqua dan Madamge dalam even Jatim Fest 2026 di Grand City Mall Surabaya, Rabu, 30 September 2026. (Foto: Yuni Ernawati for Ketik.com)

Kepala SMAN 1 Gondangwetan, Ery Widyastuti, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan program double track dapat memberikan keterampilan praktis kepada siswa sekaligus memberikan pengalaman nyata untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi keberanian dan kreativitas siswa DT Tata Rias Pengantin Berhijab SMAN 1 Gondangwetan. Mereka tidak hanya tampil anggun dan percaya diri, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mempromosikan dan menjual sebuah produk. Ini memberikan pengalaman nyata yang sangat penting untuk membangun mental, komunikasi, dan jiwa kewirausahaan siswa,” tambahnya.

Baca Juga:
Dinas Pendidikan Jawa Timur Gelar PROTEG 2026, Lahirkan Guru Inovatif dan Mandiri Secara Ekonomi

Sisi lain, trainer DT Tata Rias Pengantin Berhijab SMAN 1 Gondangwetan, Rika Dwi Puspitasari, S.Pd, menyatakan bahwa keikutsertaan siswa dalam Jatim Fest 2026 menjadi pengalaman yang sangat berarti. Siswa dapat praktik langsung bagaimana keterampilan kecantikan dapat dikombinasikan dengan kemampuan pemasaran dan kewirausahaan.

“Yang terpenting adalah mental mereka yakni keberanian untuk tampil dan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa menjadi seorang beauty talent juga membutuhkan kemampuan menjelaskan produk, membangun komunikasi, dan memberikan pelayanan yang baik. Dari sini kami berharap muncul bibit-bibit beautypreneur muda dari SMAGONTA,” ujarnya.

Keberhasilan para siswa DT Tata Rias Pengantin Berhijab  dalam mempromosikan dan menjual produk masker wajah tersebut terbukti dengan perolehan omzet Rp475.000,- dari 95 pcs masker yang terjual hanya dengan waktu dua jam. Hal ini menunjukkan bahwa penampilan menjadi daya tarik awal, sedangkan kemampuan berkomunikasi menjadi kekuatan dalam memperkenalkan produk

Jatim Fest 2026 menjadi momentum bagi SMAN 1 Gondangwetan untuk terus memperkenalkan potensi dan kreativitas siswa Double Track kepada masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat sekaligus mengenal dunia kerja dan kewirausahaan secara lebih dekat. (*)