KETIK, JAKARTA – Perjalanan panjang penuh perjuangan mengantarkan Muhammad Ramdhan menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. Sebelum meraih prestasi tersebut, putra daerah ini harus melewati dua kali kegagalan dalam seleksi masuk IPDN.
Keinginan Ramdhan untuk menjadi bagian dari keluarga besar IPDN muncul sejak lama. Setiap hari ia melewati gerbang kampus IPDN dan melihat aktivitas petugas keamanan dalam (PKD), yang kemudian menumbuhkan tekadnya untuk menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
Namun, jalan menuju cita-cita itu tidak mudah. Pada percobaan pertama seleksi IPDN, Ramdhan harus menerima kenyataan pahit. Ia dinyatakan belum lolos meski telah melakukan berbagai persiapan.
"Di tahun pertama saya merasa down karena saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik," katanya.
"Mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus," ujar Ramdhan, Kamis 6 Agustus 2026.
Baca Juga:
Angka Kemiskinan Brebes Turun 1,45 Persen, DPR RI Dorong Data Beres dan Kolaborasi PentahelixKegagalan tersebut sempat membuatnya terpuruk. Beruntung, dukungan dari keluarga terutama ayah dan ibunya menjadi kekuatan bagi Ramdhan untuk kembali bangkit.
Sang ayah yang merupakan pensiunan Polri berpangkat Ipda dan ibu yang juga pensiunan guru terus memberikan semangat agar dirinya tidak menyerah.
Setelah gagal pada seleksi pertama, Ramdhan memilih melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi IPDN berikutnya.
Ia memperbaiki kemampuan akademik, rutin belajar, serta meningkatkan latihan fisik.
Baca Juga:
Prabowo kepada Pamong Praja Muda: Jadilah Pelita Saat Rakyat Menghadapi KesulitanMeski sudah berusaha maksimal, keberhasilan belum datang pada kesempatan kedua. Ramdhan kembali gagal dalam seleksi masuk IPDN. Kendati demikian, kedua orang tuanya tetap memberikan dukungan dan meyakinkannya bahwa setiap hasil memiliki waktu terbaik.
"Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal," katanya.
Dan benar saja, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa, kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda, akhirnya, pada tahun ketiga ia dinyatakan lulus. Ramdhan berhasil lolos seleksi dan diterima sebagai calon Praja IPDN Angkatan XXXIII tahun 2022.
"Setiap kali melewati kampus itu, keinginan untuk berjuang kembali itu selalu muncul. Akhirnya lulus di tahun ketiga," katanya.
Menariknya, selama tiga kali mengikuti seleksi, Ramdhan mengaku tidak mengeluarkan biaya besar selain ongkos transportasi dan pelaksanaan ujian SKD. Ia justru merasa bersyukur karena pendidikan di IPDN memberikan fasilitas yang membantu meringankan beban keluarga.
"Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (seleksi penerimaan calon praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di asrama dan seragam pun dibiayai oleh negara," ucapnya.
Sebagai Praja Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Ramdhan menjalani pendidikan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Konsistensinya selama menempuh pendidikan membawanya terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Sapta Abdi Praja, penghargaan bagi sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Capaian itu juga mengantarkan Ramdhan mengikuti prosesi pelantikan yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bagi Ramdhan, momen tersebut terasa istimewa karena mengingat kembali harapan sederhana yang pernah disampaikan sang ibu.
"Suatu ketika saya sedang berbicara santai, ibu saya secara spontan bilang ingin saya dilantik langsung oleh presiden," katanya.
"Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santai itu menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah," pungkasnya. (*)