DPRD Kota Malang Dorong Kolaborasi Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Jurnalis: Suci Wahyuningsih
Editor: Dendy Ganda Kusumah

10 Mar 2026 10:47

Thumbnail DPRD Kota Malang Dorong Kolaborasi Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi. ( Foto: Youtube DPRD Kota Malang)

KETIK, MALANG – Komisi D DPRD Kota Malang bersama Dinas Pendidikan terus melakukan pemetaan dan analisis terhadap persoalan anak tidak sekolah atau berisiko putus sekolah. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka anak tidak sekolah di Kota Malang.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah anak putus sekolah di Kota Malang mengalami penurunan setiap tahunnya. Komisi D DPRD Kota Malang mencatat jumlah anak yang berhenti sekolah turun dari sekitar 5.000 anak pada 2023 menjadi sekitar 1.700 anak pada periode 2025 hingga 2026.

Pada 2023, sekitar 5.000 anak tercatat putus sekolah. Angka tersebut turun menjadi sekitar 3.000 anak pada 2024, lalu kembali menurun mendekati 2.000 anak pada 2025. Dalam data terbaru periode 2025 menuju 2026, jumlahnya tercatat sekitar 1.700 anak.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, mengatakan ada berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan. Salah satunya adalah faktor kemauan dari anak itu sendiri. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 150 anak tercatat tidak ingin bersekolah.

Baca Juga:
Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Soroti Kesenjangan Kebutuhan Warga dan Program Pemerintah

"Kemudian juga ada anak yang tidak memiliki biaya. Angkanya memang relatif kecil, potretannya sekitar 30-an anak," ujar Suryadi, dilansir dari YouTube DPRD Kota Malang.

Selain itu, terdapat pula faktor jarak sekolah yang jauh dari rumah, meskipun jumlahnya sangat sedikit, yakni sekitar 4 hingga 5 anak. Ada juga anak yang merasa pendidikan yang dimiliki sudah cukup, dengan jumlah kurang dari 20 anak.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah pernikahan atau tanggung jawab mengurus rumah tangga, serta kasus kekerasan atau perundungan di sekolah. Kedua faktor tersebut masing-masing tercatat di bawah 20 anak dan di bawah 10 anak.

Namun, dari berbagai faktor tersebut, alasan bekerja menjadi penyebab paling banyak siswa putus sekolah di Kota Malang. Berdasarkan data terbaru, sekitar 450 anak memilih keluar dari sekolah untuk bekerja.

Baca Juga:
Komisi D DPRD Kota Malang Jadi Garda Depan, Kesehatan dan Pendidikan Disebut Kebutuhan Dasar

Pemerintah, lanjut Suryadi, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendidikan guna menekan angka putus sekolah, mulai dari penyediaan seragam gratis, dukungan pendidikan, hingga program beasiswa bagi pelajar jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

"Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan itu ada tiga, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal. Ketiganya saya kira di Malang sama-sama ada," ujarnya.

Pemerintah juga terus mendorong penguatan program sekolah rakyat serta memperluas akses pendidikan agar seluruh anak, baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Baca Sebelumnya

Menelisik Dinamika Politik Pilkades Serentak 2027 di Trenggalek

Baca Selanjutnya

Peringatan HUT Ke-65 Kostrad, Divif 2 Gelar Tasyakuran

Tags:

Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi Anak tidak sekolah Anak Tidak Sekolah Kota Malang

Berita lainnya oleh Suci Wahyuningsih

Skyroom HOTEL THE 1O1 Malang OJ, Cafe Rooftop Favorit Anak Muda dengan View Pegunungan yang Estetik

12 April 2026 10:45

Skyroom HOTEL THE 1O1 Malang OJ, Cafe Rooftop Favorit Anak Muda dengan View Pegunungan yang Estetik

Sebut Mirip Kostum Karnaval, Pelaku Budaya Minta Usulan Baju Khas Malang Dikaji Ulang

9 April 2026 16:37

Sebut Mirip Kostum Karnaval, Pelaku Budaya Minta Usulan Baju Khas Malang Dikaji Ulang

Komisi D DPRD Kota Malang Jadi Garda Depan, Kesehatan dan Pendidikan Disebut Kebutuhan Dasar

8 April 2026 11:09

Komisi D DPRD Kota Malang Jadi Garda Depan, Kesehatan dan Pendidikan Disebut Kebutuhan Dasar

Refleksi HUT ke-112, DPRD Kota Malang Fokus Tuntaskan Masalah Banjir hingga Kemacetan

1 April 2026 21:46

Refleksi HUT ke-112, DPRD Kota Malang Fokus Tuntaskan Masalah Banjir hingga Kemacetan

Dari Kota Sejuk ke Kota Sibuk, Zulkifli Amrizal Kenang Perubahan Malang Sejak 1983

1 April 2026 10:00

Dari Kota Sejuk ke Kota Sibuk, Zulkifli Amrizal Kenang Perubahan Malang Sejak 1983

Perjuangkan Suara Perempuan, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lelly Thresiyawati Aktif Serap Aspirasi Warga

31 Maret 2026 21:40

Perjuangkan Suara Perempuan, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lelly Thresiyawati Aktif Serap Aspirasi Warga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H