KETIK, LEBAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak mencatat realisasi investasi hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp 1,67 triliun atau 119 persen dari target tahunan.
Kepala DPMPTSP Lebak, Lingga Sagara, mengatakan target investasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Renja DPMPTSP 2026 hanya sebesar Rp 1,41 triliun.
"Realisasi sampai TW III Januari-September 2026 sebesar Rp 1,67 triliun atau mencapai 119 persen," ujar Lingga saat dihubungi, Jum'at 6 November 2026.
Menurutnya, angka tersebut merupakan akumulasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pelaku usaha menengah dan besar (non-UMK) yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Secara tahunan, realisasi tersebut juga menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode Januari-September 2025.
Baca Juga:
Banten Luncurkan Musrenbang Non-APBD Pertama di Indonesia, Libatkan Dunia UsahaLingga merinci, lima sektor dominan yang menopang capaian investasi Lebak yakni sektor Listrik, Gas dan Air, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran; Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki; serta Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan.
"Untuk peringkat lima besar top sektor realisasi investasi di Kabupaten Lebak masih didominasi Listrik, Gas dan Air," katanya.
Lingga menegaskan, capaian tersebut sejalan dengan visi Bupati Lebak untuk mewujudkan investasi berkualitas untuk Lebak Ruhay, yakni investasi yang tidak hanya mengejar angka, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.(*)
Baca Juga:
KI Banten Umumkan 8 Penerima Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026, Ini Daftarnya