KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tak tinggal diam menyusul temuan adanya kerusakan di beberapa fasilitas playground dry fountain Alun-alun Merdeka. Mereka cepat merespons dengan memperbaiki dan merawat fasilitas tersebut.
Pelaksana Harian (Plh) DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa tidak semua fasilitas di playground merupakan barang baru. Terdapat beberapa sarana dan prasarana yang diperbaiki kembali dan kemudian mengalami kerusakan, termasuk perosotan yang kini menjadi sorotan.
"Jadi, playground yang rusak itu merupakan modul playground lama, yang dalam perencanaan awal diperbaiki atau dipasang kembali. Playground itu kan ada beberapa tempat, ada satu tempat yang semuanya baru, ada satu lokasi yang diganti baru, ada juga bagian lama yang tidak diganti tetapi diperbaiki," ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.
Berdasarkan perencanaan pada 2024, modul dinilai masih dapat diperbaiki. Namun, pada pelaksanaan pengerjaan pada 2025, terjadi kerusakan yang cukup parah dan tidak dapat dilakukan pergantian karena berada di luar anggaran perencanaan.
Baca Juga:
Harumkan Nama Kota Malang, Pemkot Apresiasi Prestasi Gista Alisa di Ajang Miss Grand Jatim 2026Mengingat Alun-alun Merdeka masih dalam masa pemeliharaan, maka kerusakan akan diatasi oleh kontraktor. Setelah melalui masa perbaikan, Raymond menjamin sarana dan prasarana playground aman digunakan.
"Vendor dari kontraktor pelaksana akan melakukan perbaikan selama masa pemeliharaan. Jadi, ini kan masih dalam masa pemeliharaan, nanti akan dilakukan perbaikan. Namun, jaminan ketahanan pasca-perbaikan tidak bisa diberikan karena kondisi kerusakan patah pada playground existing," katanya.
Raymond menegaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana yang rusak di playground ditargetkan dimulai pada minggu ini oleh pihak vendor.
"Kami hentikan dulu penggunaan permainan selama beberapa hari di playground, khususnya yang sudah lama, untuk melakukan perbaikan. Kami masih berkoordinasi dengan pihak vendor. Namun yang pasti, minggu ini akan dicek untuk segera diperbaiki," ucapnya.
Baca Juga:
El Nino Godzilla Bisa Picu Stroke, Dinkes Kota Malang Minta Imbau Minimalisir Paparan MatahariBegitu pula dengan dry fountain yang untuk sementara belum dapat difungsikan. Raymond menyebut dry fountain sempat terendam banjir pasca hujan lebat.
"Kemarin memang saat hujan lebat, seharusnya sistem dry fountain tidak boleh kebanjiran. Saat diperbaiki, kami baru mengetahui kondisinya. Ternyata, pada saat perputaran air, ada yang masuk ke dalam karena posisinya memang agak dalam," katanya.
Perbaikan dilakukan dengan pengecoran ulang agar saat hujan lebat, air tidak masuk ke dalam mesin dry fountain. Ia menargetkan perbaikan dapat segera rampung sehingga minggu depan masyarakat dapat kembali mengakses fasilitas tersebut.
"Ini sedang dikeringkan, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa aktif kembali," tutupnya.