DLH Kota Malang Intensifkan Perawatan 12.500 Pohon, Hasil Perempesan Bakal Dilelang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

31 Jan 2026 17:34

Thumbnail DLH Kota Malang Intensifkan Perawatan 12.500 Pohon, Hasil Perempesan Bakal Dilelang
DLH Kota Malang geber perawatan 12.500 pohon, hasil perempesan bakal dilelang. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah tancap gas melakukan perawatan dan rempes (memangkas) terhadap sekitar 12.500 pohon yang tersebar di berbagai sudut kota. Langkah ini menjadi prioritas utama, terutama menjelang musim penghujan guna mengantisipasi potensi pohon tumbang.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa hasil perempesan pohon tersebut tidak dibuang cuma-cuma. Kayu-kayu hasil potongan disimpan di gudang untuk kemudian masuk ke meja lelang, sementara ranting kecil dan dedaunan diolah menjadi kompos di TPA Supit Urang.

Dalam proses lelang kayu tersebut, DLH bekerja sama dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Sementara untuk kayu bekas potongan pohon ditaruh di gudang DLH dan sudah kami ajukan ke BPKAD dan KPKNL untuk pengajuan lelang. Jadi untuk pendapatannya kita masih menunggu, tapi posisi sekarang (kayu) masih menumpuk di kantor," ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Mengingat mayoritas dari 12.500 pohon tersebut telah berusia di atas 5 tahun, DLH telah menggencarkan perempesan sejak Agustus 2025. Bahkan, tim Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) tetap bekerja ekstra pada akhir pekan.

"Semenjak bulan Agustus 2025, bahkan sampai Sabtu dan Minggu, teman-teman bidang RTH (Ruang Terbuka Hijau) tidak berhenti untuk melakukan perempesan pohon di Kota Malang," lanjutnya.

Berdasarkan perhitungan, diperlukan waktu hingga lima tahun untuk merampungkan perempesan seluruh pohon. Karena itu, DLH kini fokus pada pemetaan titik-titik yang paling prioritas.

"Kami melakukan perempesan berdasarkan pengamatan dan perhitungan sendiri, serta berdasarkan permintaan dan laporan dari masyarakat," lanjutnya.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Hingga saat ini, progres perempesan telah mencapai 30 persen dari total pohon yang dianggap membahayakan.

"Kurang lebih masih 30 persen, tapi itu adalah pohon yang kita anggap memang waktunya dirempesi atau mungkin sudah membahayakan," ujar Raymond.

Foto Petugas DLH Kota Malang saat melakukan perempesan pohon. (Foto: malangkota.go.id)Petugas DLH Kota Malang saat melakukan perempesan pohon. (Foto: malangkota.go.id) 

Hingga saat ini DLH Kota Malang telah menerima banyak permintaan perempesan dan perawatan pohon dari masyarakat. Sebelumnya, terdapat 400 antrean perempesan dan 150 pemotongan pohon. Terkini telah banyak permintaan yang diselesaikan. 

"Kita dengan tiga tim dan tiga kendaraan skylift, serta kendaraan pendukung setiap hari tanpa henti melakukan perempesan," katanya. 

Saat ini, fokus utama tim DLH Kota Malang tertuju pada kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kondisi pohon yang besar dan tinggi di jalur protokol tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan saat terjadi cuaca ekstrem.

"Di situ pohonnya sudah lama tidak disentuh. Sehingga banyak pohon yang kondisi bagian atasnya ada yang patah atau ranting kering yang harus dipotong," tutup Raymond. (*)

Baca Sebelumnya

Mahendra Siregar dan Gerbong Pejabat Tinggi OJK Mundur Massal

Baca Selanjutnya

Piring Politik Gizi, Pertaruhan Pendidikan dan Generasi Mendatang

Tags:

DLH Kota Malang Kota Malang perempesan pohon pohon Perawatan Pohon 12.500 Pohon Pohon Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar