KETIK, SLEMAN – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang “FUN RUN 6K Transmigrasi Festival 2026” yang akan diselenggarakan di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Kaliurang. Ajang ini diyakini menjadi pendorong utama pertumbuhan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) yang selaras dengan program pengembangan daerah serta target kinerja tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, Senin 27 Juli 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan contoh nyata kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor swasta. Pemilihan kawasan lereng Merapi dinilai sangat tepat karena menyajikan perpaduan keindahan alam, budaya, serta kuliner khas yang dapat menjadi magnet bagi para pelari domestik maupun internasional.

"Event ini adalah contoh nyata pengembangan sport tourism yang berkelanjutan, sekaligus menjadi pendorong dampak ekonomi bagi masyarakat lokal," ujar Edy Winarya.

Capaian dan Target 2026

Penyelenggaraan kegiatan sport tourism ini diproyeksikan dapat mempercepat pencapaian target pariwisata Sleman. Berdasarkan data perencanaan daerah, target kunjungan wisatawan tahun 2026 ditetapkan sebanyak 8.553.878 orang, di mana hingga 25 Juli 2026 telah terealisasi sebanyak 4.561.701 orang (53,33%).

Dari sisi keuangan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata sebesar Rp386 miliar telah terealisasi Rp203,89 miliar (52,68%) hingga akhir Semester 1. Sementara itu, rata-rata belanja wisatawan mancanegara berada di angka USD 461 dengan lama tinggal 2,06 hari, sedangkan wisatawan nusantara mencatatkan rata-rata belanja Rp1.560.000 dengan lama tinggal 1,86 hari.

Peluang Pasar Olahraga Lari

Pelaksanaan event pada 23 Agustus 2026 mendatang berlangsung bertepatan dengan sejumlah agenda lari besar lain, seperti Sleman Temple Run, Beyond Fourteen 5K Fun Run di Yogyakarta, Ijen Geopark Run Series di Banyuwangi, hingga Maybank Marathon di Bali.

Meski begitu, Edy tidak menganggap hal tersebut sebagai persaingan yang mengganggu. Menurutnya, setiap event sudah memiliki pangsa pasar tersendiri seiring kian bertumbuhnya komunitas lari di masyarakat. Maraknya agenda olahraga justru diharapkan mampu memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi pariwisata sekaligus menggalakkan kebiasaan hidup sehat.

Baca Juga:
Praperadilan Dana Hibah Pariwisata Sleman Memanas, Kejari dan Kubu Raudi Akmal Saling Serang

Lebih lanjut, keberadaan event berskala besar ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar Kaliurang. Dampak positif tersebut dinikmati langsung oleh berbagai sektor, mulai dari peningkatkan okupansi hotel, pemanfaatan moda transportasi, hingga bergeliatnya sektor UMKM dan kuliner.

"Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya untuk memfasilitasi event berkualitas yang tidak hanya memajukan olahraga dan pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," tegas Edy Winarya. (*)

Baca Juga:
Langit Kota Batu Diramaikan 60 Atlet Paralayang Dunia di IPAC dan BISTF 2026