KETIK, MALANG – Perubahan Jodipan menjadi Kampung Warna Warni tidak hanya menghadirkan wajah baru kawasan permukiman di Kota Malang, tetapi juga membawa perubahan terhadap pola pikir dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ), Agus Kodar.

"Jadi awalnya masyarakat memang tidak tahu. Fungsinya hanya untuk memperbaiki saja, kan dari awal rumah itu warnanya ya gitu-gitu aja kan. Yang senang putih ya putih aja. Setiap tahun lebaran ya putih, hijau-hijau, gitu,” ujar Agus, Kamis 23 Juli 2026.

“Nah, dengan adanya berwarna-warni inilah masyarakat awalnya memang senang, kampungnya kelihatan bersih, terus orang itu penasaran liat," lanjutnya.

Agus menjelaskan, meningkatnya kunjungan wisatawan turut mendorong perubahan perilaku serta kemampuan warga lokal. Warga yang sebelumnya hanya terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia, kini mulai terbiasa menggunakan bahasa asing.

Baca Juga:
Diisukan Mangkrak, Satreskrim Polresta Malang Kota Tegaskan Kasus Pengeroyokan di Lowokwaru Terus Berjalan

"Sekarang ditambah bahasa asing. Walaupun little-little, tapi mereka mengerti," katanya.

Menurut Agus, peningkatan kapasitas masyarakat juga didukung oleh kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mereka memberikan beragam pelatihan kepada warga, mulai dari bahasa Inggris hingga penyuluhan hukum.

"Jadi mereka datang ke sini memberikan pelatihan salah satunya bahasa Inggris, tentang hukum, banyaklah kegiatannya," ucapnya.

Baca Juga:
SDN Gadang 3 Kota Malang Dibobol Maling, Laptop hingga Uang Tunai Raib

Ia menuturkan, setiap tahun banyak kelompok mahasiswa yang datang ke Kampung Warna Warni Jodipan sehingga pengaturan jadwal kegiatan dilakukan secara bergantian.

"Enggak, dari kampusnya mereka datang. Jadi lek antri gitu saya yang ngatur jadwalnya," ujarnya.

Selain berdampak pada peningkatan kualitas masyarakat, Kampung Warna Warni Jodipan juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Malang. Agus menyebut mayoritas pengunjung yang datang merupakan wisatawan mancanegara.

"Tiket per orang kan Rp5.000 untuk lokal. Wisatawan asing Rp10.000. Tapi kebanyakan wisatawan asing yang datang ke sini," tuturnya.

Ia mengatakan, pada hari biasa jumlah kunjungan mencapai sekitar 300 hingga 400 orang per hari. Sementara saat akhir pekan, jumlah wisatawan dapat meningkat hingga 1.000 sampai 2.000 pengunjung.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Kampung Warna Warni Jodipan tidak hanya menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata yang dikenal luas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kemampuan, pengetahuan, dan interaksi dengan berbagai pihak, termasuk wisatawan serta kalangan akademisi.(*)